Showing posts with label #CeritaKu #DariHati. Show all posts
Showing posts with label #CeritaKu #DariHati. Show all posts

1.1.15

Sepucuk Surat Untuk Kekasih

Hi kekasih..
Rindu ini menanyakan mu..
Diri ku sendiri enggan memikirkan mu..
Tapi rindu ini tak kuasa menahan hasratnya..
Memikirkan mu..
Menanyakan mu..
Menunggu kabar mu..
Ah.. rindu ini memang selalu diluar kendali..

Baiklah..intronya cukup sekian.
Sejujurnya aku malu menuliskan ini..
Tapi rindu dan hasratnya terus saja  mendorong ku  melakukan hal ini..
Melakukan apa..?
Menulis  tentang apa yang tak bisa terkatakan!!
Menulis tentang bagian-bagian hidup yang kau beri makna..
Namun belum bisa ku katakan..
Belum bisa kuceritakan..
Ah.. rindu ini memang menyiksa, Kasih...

Bibir ku kelu untuk mengatakannya..
Jari-jari ku bahkan terlalu kaku untuk mengajakmu bercerita..
Aku sendiri  tak tahu entah kenapa..
Keberanian ku ada di bawah titik 0 derajat celcius..
Membeku..
Keras dan dingin bagai bongkahan es..
Namun, hanya rindu ini yang cukup hangat..
Hasratnya bahkan memberanikan ku menulis semua ini..
Menulis semua yang tak terkatakan..

Dirimu, satu dari yang  tak pernah terpikirkan..
Dirimu adalah sebuah kebetulan..
Yang tak terbayangkan.. tapi ditakdirkan..
Ya, aku menyebutnya SERENDIPITY.
Kebetulan yang ditakdirkan..
Datang tak dijemput.. tapi tak pernah mau pulang..
Ah, dirimu itu SERENDIPITY bukan JALANGKUNG..
Hasrat ini merindukan bercanda dengan mu, Kasih..

Sebentar ku pejam mata ini..
Perlahan ku acak-acak lagi memori otak ku..
Mengingat semua rekaman peristiwa bersama mu..
Peristiwa yang sepertinya belum pernah ada..
Namun memberikan sejuta makna di hidup ku..
Hei, cuma kita berdua kan yang tahu rahasia ini?
17 Agustus itu Hari Kemerdekaan Indonesia kan?
Ya, kayaknya tanggal itu cukup bagus agar dirayakan seluruh rakyat Indonesia.
Deal? Ya, Deal. Bagaikan kontrak kerja 2 perusahaan.
Lalu..
Kau mulai merasuki semua hidup ku..
Bahkan sampai di titik terliar ku..
Tak pernah ku katakan bukan, Kasih?
Ya, ku akui.

Sungguh kau ku kagumi..
Diluar semua kemanusiaan mu dan cela mu..
Cinta mu pada Tuhan mu sungguh membuat ku kagum..
Kau bahkan bagaikan sesosok Malaikat surga..
Dan menghadapkan mu dengan ku..
Bagaikan menghadapkan Malaikat dan Iblis..
Hati ku penuh kepahitan..kecemasan..rasa takut yang tak berbatas..
Jauh..jauh rasanya..
Tapi, Cintamu pada Tuhan mu..membuatku jatuh pada mu..
Kau, bagaikan Daud yang memukul kalah Goliath..
Perlahan menghancurkan monster dalam diri ku..
Dan akhirnya ku sadari..
Aku jatuh..
Jatuh hati pada Tuhan ku dan diri mu di saat yang bersamaan..
Kau bawa aku kembali ke Tuhan ku..

“Sukacita itu..harus dari dalam diri...
Jadi, jika ada sesuatu yang buruk terjadi..
Kita bisa tetap bersukacita.. karena sukacita kita dari dalam.. bukan dari luar..”
Masih  tersimpan jelas  dalam memori ku..
Lalu kau bilang..
“Buang semua kepahitan..karena itu mencemari hati kita..
Ampuni semua yang menganiaya, karena itu kewajiban kita..
Mengasihi adalah  kewajiban dan keharusan..”
Kata-kata mu mampu menghipnotis semua sel otak ku..
Ironis bukan? Itulah keadaannya.
Aku bahkan kagum dengan keteguhan iman mu..
Cinta mu pada Tuhan mu.. membuat langkah mu serasa pasti..
Aku selalu bilang “You are on the track”..  Ingat?
Kata-kata itu sebenarnya sedang menyindir diri ku..
Diri ku yang sedang luntang-lantung.. terombang ambing tak jelas..
Belum sanggup meneguhkan hati.. memilih jalan hidup yang harus dilalui..
Di sini aku kemudian tersadar.. akulah yang meragu..
Bukan meragukan mu.. tapi meragukan jalan hidup ku..
Maafkan aku  yang  pernah meragu..

Lagi.. kupejamkan mata dan mengingat semua tentang mu..
Kau begitu mencintai si kulit bundar..
Bahkan kadang aku cemburu saat kau lebih perhatian padanya..
Mungkinkah kita bisa ke Rusia 2018 nanti? Ah, mimpi itu..
Oh iya, sekolah bola itu? Semoga menjadi kenyataan.
Kau motivator yang hebat..Mario Teguh sepertinya harus tahu itu..
Kau penyuka puding..warna biru..makanan mu harus berkuah..
Tapi, kau pelupa. Harus diingatkan beberapa kali.
Kau bilang, kau cuek. Tapi aku tak pernah percaya itu..
Aku lebih percaya, jauh dalam dirimu kau sangat peduli..
Kau bilang, mereka bilang kau tak peka..
Tapi aku percaya kau sangat peka..
Hanya saja..bagi mu..
Semua dalam hidup ini terlalu sederhana untuk diribetkan..
Yang terlalu memusingkan..tinggalkan saja..
Kau begitu kan, Kasih?
Mungkin tak banyak aku mengerti tentang mu..

Kasih...
Di penghujung tahun ini..
Ijinkan aku ucapkan Terima Kasih..
Entah berapa banyak Terima Kasih yang bisa ku ucapkan pada mu..
Terima kasih pada Tuhan mu..
Aku bersyukur.. Dia menghadirkan mu dalam hidup ku..
Di sini.. di penghujung semua ini..aku mengerti..
Tuhan mu menghadirkan mu dalam hidup ku..agar aku kembali kepada Tuhan ku..
Agar aku mencintai lagi Tuhan kita. Tuhan yang tak pernah berhenti mencintai ku..
You did it. Menyelamatkan satu jiwa yang hampir terhilang..
Aku kembali ke track ku.. Jalan hidup ku telah ku pilih, Kasih..
Berbagi bagi mereka yang membutuhkan..
Ada bagi mereka yang tertindas..
Dan menyatakan Kasih Tuhan kita bagi mereka yang terpinggirkan..
Cinta mu dan keteguhan Iman mu pada Tuhan, membawa ku kembali pada-Nya..
Aku mengerti..itulah mengapa kita dipertemukan..
Selalu ada alasan Tuhan menghadirkan seseorang dalam hidup kita..
Inilah alasannya..alasan yang akhirnya kupahami..

Kini..
Ijinkan aku  menghaturkan Maaf..
Maafkan aku yang banyak tak jujur pada mu..
Maafkan aku yang menggenggammu terlalu erat dan takut membebaskanmu..
Di penghujung semua ini.. Ku bebaskan kau pergi..
Menggapai semua impian dan mimpi mu..
Tuhan..akan memeluk semua mimpi..hasrat dan impian-impian mu..
Ladang mu telah menanti, Kasih. Banyak tuaian yang harus kau tuai..
Tangan Tuhan akan menggenggam mu erat..
Roh-Nya akan menuntun langkah mu tetap..
Dan doa ku menyertaimu dalam senyap..
Yakin ku.. esok hari kau akan jadi Prianya Tuhan yang hebat..
Pergilah.. Kasih..
Jalanilah tahun yang baru dalam hidupmu..
Tuhan mengasihimu.

NB:  Jangan lupa minum air putih dan baca Firman Tuhan.

 Selamat Tahun Baru!! Kuucapkan dalam diam ku.
 #DVAT



                 


20.11.14

Namanya Raihan...


             Arloji di tangan ku saat itu menunjukkan pukul 20.00. Gerimis mulai turun membasahi bumi. Aku perlahan tapi pasti memacu motor ku, melewati  jalan-jalan yang masih sangat ramai, menuju rumah. Di tengah hiruk-pikuk pedagang jajanan malam dan sibuknya lalu lintas di persimpangan itu, tiba-tiba mata ku menangkap sesosok bayangan kecil. Berdiri di tepi jalan dekat sebuah halte, sambil melambai-lambaikan tangan kanannya. Tak jelas apa yang sedang dipegangnya di tangan kiri. Motorku melintas tepat dihadapannya. Samar terdengar, berlomba dengan derunya angin, ku dengar dia berkata “pulang”. 
            Motor terus ku pacu, tak ada niat sedikit pun untuk berhenti. Sampai kira-kira 50m dari tempat bocah itu berdiri, hati dan pikiran ku kompak menghentikan pacuan motorku. Antara iba dan penasaran, aku memutuskan untuk memutar balik motor ku. Dengan sedikit bersusah payah karena deretan motor yang terparkir di tepi jalan, aku memutar balik arah motor ku, melawan arus lalu lintas dan menuju bocah itu. Dari kejauhan nampak dia masih melambai-lambaikan tangannya.
             Semakin dekat, tampaklah apa yang dipegang di tangan kirinya. Setumpuk Koran. Aku kemudian berhenti tepat di sampingnya dan bertanya.
             “Mau kemana dek? Pulang?”.
             “Mau numpang kak. Ke Bukit Barisan”, jawabnya.
             “Pulang?”, tanyaku lagi.
             “Mau jualan Koran kak”.
Jawaban polos darinya membuat ku semakin iba. Hari sudah malam, sebentar lagi hujan deras akan mengguyur bumi, tapi bocah kecil ini masih berjuang dengan Koran-korannya. Tanpa pikir panjang, aku langsung memutar balik motor ku, dan memberi dia tumpangan.
             Sepanjang perjalanan, aku menjawab rasa penasaran ku dengan bertanya-tanya tentang dirinya.
             “Siapa namanya?”, aku memulai percakapan kami.
             “Raihan”, begitu dia menjawab ku.
             “Raihan tinggal di mana?”
Suara kecilnya yang berlomba dengan derunya angin karena motor yang ku pacu serta helm yang kupakai, membuat ku tak mendengar jelas jawabannya.
             “Raihan sekolah di mana?”, tanya ku lagi.
             “Di jalan Surabaya kak”.
             “Kelas berapa?”
             “Kelas 5 kak”.
             “Raihan umur berapa sekarang?”
             “Umur 11 tahun”.
             “Udah lama Raihan jualan Koran?”
             “Udah 2 tahun kak”, jawabnya dengan ikhlas tanpa tersirat sedikitpun nada keluhan.
Jleb!! Udah 2 tahun bocah kelas 5 ini berjualan Koran. Kemana ayah dan ibunya, pikirku.
             “Emang, Ayah dan ibu dimana? Koq, Raihan yang jualan?”, tanya ku lagi.
           “Ayah dan Ibu sudah pisah. Raihan tinggal sama Ibu. Ayah tak tau dimana. Ibu juga jualan Koran, tapi siang. Kalau malam ibu di rumah kawani adek-adek. Adek Raihan 2, laki-laki juga”, dengan sopan dia menjawab tanya ku.
             “Jadi kalau Raihan berangkat jam segini, jam berapa Raihan pulang?”, aku semakin tertarik mendengar kisah bocah ini.
             “Pulangnya nanti jam 12 kak, tapi kadang jam 1 atau jam 2”.
Oh Tuhan, miris sekali kudengar penuturan bocah ini. Di saat aku biasanya sudah terlelap di bawah selimut hangat, dia masih berjuang menjajakan korannya tanpa kepastian laku atau tidak.
             “ Macam mana nanti pulangnya?”, tanya ku lagi.
             “Biasanya numpang juga sama yang mau beri tumpangan.”
Terlintas lagi di pikiran ku bagaimana bocah kecil ini melambai-lambaikan tangan meminta tumpangan tadi. Di tengah keramaian dan hiruk pikuk orang ke sana kemari, tak ada satu pun yang peduli padanya. Miris rasanya. Di saat anak-anak yang lain telah tidur berselimutkan mimpi, anak ini masih berjuang demi hidupnya. Entah apa yang dirasakannya. Kalau dia bisa memilih, mungkin dia tak ingin hidup seperti ini.
             Motor yang kupacu semakin mendekati tempat tujuan bocah ini.
             “Berhentinya di Ind***ret aja kak”, pintanya.
             “Raihan udah makan malam?”, tanyaku padanya.
             “Belum kak. Nanti pulang baru makan”, begitu jawabnya.
Aku terdiam. Tak sanggup lagi aku bertanya. Membayangkan pengorbanan bocah kecil ini, hati ku terenyuh. Kuhentikan motor tepat di depan Ind***ret sesuai permintaannya. Dengan sigap dia melompat turun dari boncengan ku.
             “Terima Kasih ya kak”, ucapnya tulus.
Aku merogoh kantong kecil dalam tas ku, dan mengeluarkan selembar sepuluh ribuan.
             “Ini ya, buat makan Raihan nanti”, kata ku sambil menatap mata sayu miliknya.
             “Iya. Terima Kasih ya kak”, seulas senyum terpancar di wajah mungilnya.
             “Sama-sama, hati-hati ya.”
             “Iya, kak.”
             Dia pun berbalik membelakangi ku, dan berlari menuju Ind***ret.  Aku belum beranjak dari tempat itu. Aku masih terpaku menatapnya. Menatapnya berlari dan kemudian bercanda dengan beberapa pegawai Ind***ret yang tampaknya sudah dikenalnya dengan baik. Tak nampak keluhan atau penyesalan di wajahnya, karena tak seberuntung anak-anak yang lain. “Hebat  kau nak!!”, pikir ku dalam hati.
              Motor kuhidupkan, di antara gerimis hujan, aku pun berlalu dengan rasa syukur. Terima Kasih Raihan, kau mengajari ku sesuatu malam ini. Hidup ini perjuangan, kawan. Kita tidak dilahirkan untuk memilih nasib kita. Namun kita bisa memilih bagaimana cara kita menjalani hidup. Susah senang hidup ini, keras lembutnya perjalanan ini, tetap harus dilalui. Harus ada  pengorbanan untuk setiap perjuangan yang kita lakukan. Sekali lagi, terima kasih Raihan. Semoga masih ada kesempatan kita bertemu lagi. Oh iya, Selamat hari anak sedunia. Semoga di esok hari, dunia mu akan lebih indah Raihan.

Pekanbaru, 20 November 2014.

Didedikasikan untuk anak penjual Koran yang bertemu semalam, Raihan.

23.2.14

~Gentleman's Dignity~

#Gudang Beras-Kulim, 22:47

Lama sekali rasanya saya tak meninggalkan jejak di lembaran diary elektrik ini. Mungkin banyak yang penasaran, dimana saat ini saya berada. Atau mungkin juga tak ada yang mempertanyakan keberadaan saya. Hahaha Ironis memang!! Well, jadi isi postingan ini akan diawali dengan informasi tentang keberadaan saya. Agak kurang penting memang, tapi paling tidak mengobati rasa penasaran para pembaca sekalian (ragu juga emang ada yang baca? Kalau dibaca tolong komen ya!!Thank You).   Ok, untuk informasi awal, saat ini saya berada di salah satu titik Pulau Sumatera, Provinsi Riau tepatnya, lebih tepatnya lagi kota Pekanbaru, lebih lebih tepatnya lagi Kec. Tenayan Raya dan.. ah saya rasa alamat lengkap tak perlu saya sebutkan. Ketakutan terbesar saya, akan banyak kiriman hadiah dari fans-fans saya di seluruh penjuru dunia (Ngarep aja bisanya-sambil ketawa guling-guling). Ok, singkat kata singkat cerita, saya sedang berada di suatu tempat yang bernama Kulim (silahkan googling sendiri), untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai aparat negara yang bekerja untuk masyarakat. Ah berasa layaknya pejabat Gubernur Riau. :D  Well, cukup doakan semoga saya baik-baik di sini sampai berakhir masa kontrak saya selama 2 tahun ya. AMIN!!
Selanjutnya, kenapa tiba-tiba saya menulis postingan baru??  Padahal kolom-kolom diary elektrik  ini nampaknya telah tertutup debu karena ditinggal nyonya rumahnya. Karena saya ingin menulis!! Itu saja jawabannya, tak ada yang lain. Sekitar satu jam yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah serial Korea berjudul “Gentleman's Dignity”. Hasil rekomendasi kedua sahabat saya yang dengan rela mengirimkan serial ini dalam bentuk DVD, meskipun dengan ongkir yang tak sedikit. Saya ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada Rahelita F.S.Modokh dan Arly E.M de Haan. Terima kasih sobat!!  Bagaimana rekomendasi mereka??  Katanya, film ini cocok untuk mereka-mereka yang masih single di marriage age. Ok, saya merasa salah satu dari mereka-mereka itu. Jadi, dengan semangat 45, tak perlu waktu lama untuk akhirnya menyelesaikan serial 20 episode ini. Tapi maaf, saya cukup lelah untuk menceritakan detailnya, jadi yang penasaran silahkan ditonton sendiri. Recommended  bagi para single di marriage age.
Apa pelajarannya??
1.      Tak pernah ada  kata terlambat untuk menikah!! Lho?? Harusnya kan tak ada kata terlambat untuk belajar. Ya,  sebagian besar pola pikir orang Indonesia dengan budaya Timurnya mengharuskan  semua wanita dan pria yang berstatus single untuk menikah di umur kurang dari 30 tahun (beda dengan orang Korea yang sebagian besar menikah di atas umur 30-Jang Dong Gun-Nama asli Kim Do Jin, menikah tahun 2010 pada umur 38 tahun). Bahkan ada yang baru menginjak umur 25, udah panas telinganya karena sering ditanya, koq belum menikah? Kapan menikah? Nanti jadi perawan dan perjaka tua, dsb. Sehingga, keadaan masih single di marriage age layaknya sebuah kutukan. Sangat dihindari, bahkan di sebagian daerah menjadi sebuah aib. Akibatnya banyak sekali mereka di umur  yang masih dibilang sangat muda, telah mengambil keputusan untuk menikah.  Belum cukup dewasa, belum sadar benar apa itu pernikahan, belum mengerti betul bagaimana membina rumah tangga, dan sama sekali belum mapan untuk membiayai keluarga. Ujung-ujungnya, perceraian menjadi pilihan satu-satunya saat pernikahan menghadapi masalah. So, belum menikah di umur lebih dari 25 tahun, sah-sah aja. Bahkan menikah di umur 41 tahun pun bukan merupakan sesuatu yang memalukan. Pernikahan bukan masalah umur. Pernikahan adalah bagaimana kesiapan anda untuk berkomitmen dan bertanggung jawab atas komitmen yang anda buat!!!
2.      Cinta tak memandang usia, tak memandang masa lalu. Cinta menerima apa adanya, bukan ada apanya!!!  Banyak orang tak sanggup mempertahankan cinta mereka hanya karena status sosial, karena perbedaan-perbedaan yang tak bisa dijembatani, bahkan juga karena masa lalu orang-orang yang mereka cintai.  Seo Yi Soo berhasil mempertahankan cintanya meskipun harus menerima kenyataan bahwa Kim Do Jin telah memiliki seorang anak dengan cinta pertamanya. Demikian pula Me Ah Ri dan Choi Yoon mampu mepersatukan cinta mereka meskipun perbedaan usia  17 tahun. Bagi banyak orang, mungkin hal ini hanya bisa terjadi dalam drama-drama percintaan. Tapi bukankah hidup ini juga merupakan sebuah panggung sandiwara?? Ah.. dimana-mana kalau ada niat, pasti ada jalan. ^^
3.      Sahabat itu mereka yang tertawa bersama anda di saat senang, dan menangis bersama anda di saat sedih.  Ikatan persahabatan yang ditunjukkan Kim Do Jin, Im Tae San, Choi Yoon dan Lee Jung Rok sedikit banyak bikin iri. Kenapa?  Ya, berharap bisa memiliki ikatan persahabatan seperti itu. Kapan pun dibutuhkan, selalu sedia. Bahkan di pagi-pagi buta untuk sebuah hal sepele pun tetap ada. Ah indahnya!!!  Kami berempat, 3 orang wanita dan 1 orang lelaki cantik. Umur persahabatan kami  tidak sebanyak mereka berempat di Gentleman’s Dignity. Meskipun demikian kami berharap memiliki persahabatan seperti itu. Saling memiliki, saling mengenal, saling mengerti, tapi tetap konyol dengan karakter masing-masing yang kami miliki. Seberapa jauh  pun kami terpisah, sahabat tetaplah sahabat. Meski telah bersama pasangan masing-masing, sahabat tetaplah sahabat. Selamanya!!
4.      The Fact :
         Saya sangat mengagumi Kim Do Jin!!! Dua sahabat saya pun demikian. Kim Do Jin bagaikan lelaki impian tiap wanita. ^^ Silahkan menonton dan menilai sendiri ^^

5.    Penampakannya :

Ki-Ka : Im Tae San, Kim Do Jin, Choi Yoon, Lee Jung Rok

Kim Do Jin.. Lelaki Impian DeeC, Rahel dan K' Arly

Scene Terfavorit!!! ^^ So Sweet!!





13.7.13

GoodBye My Room..GoodBye My Freedom!!

Keluar dari sebuah zona nyaman memang selalu tak menyenangkan.  Berasa seperti nano-nano, manis asam asin rame rasanya. Tapi jika ini sebuah keharusan, mau tak mau kita harus menikmati rasa nano-nano ini. Kemarin saya harus meninggalkan sebuah zona nyaman setelah 9 tahun saya nikmati. Zona nyaman yang saya sebut “kost”. Ya, setelah 9 tahun menjadi anak kost, kemarin saya melepaskan gelar itu.

Terkadang saya merasa, hak pribadi saya dirampas. Setelah 9 tahun memiliki kamar pribadi yang tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, sekarang harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku di rumah.  Mau kemana-mana harus laporan dulu. Beda sama masa anak kost, mau kemana asal kaki melangkah, silahkan saja.  Dulu mau tidur jam berapa, mau bangun jam berapa, mau makan jam berapa, mau mandi jam berapa tak pernah ada yang protes.  Suka-suka saya saja. Sekarang, jam 12 masih tongkrongin tv udah di omelin. Jam 7 pagi belum bangun, sudah diteriakin. Jam 5 sore belum mandi, udah ditarik-tarik masuk kamar mandi  (eh, gak sampe ditarik-tarik juga kali) -_-. Pokoknya semua ada aturannya.

Entah, harus merasa senang atau sedih. Ya gitu, rasanya nano-nano, manis asam asin rame rasanya.  Di satu sisi berasa ada yang perhatiin kalau belum makan, trus diteriakin. Tapi kadang berasa kebebasan saya dijajah juga. Saat ingin nonton film jam 1 malem, udah disuruh tidur. Yang parahnya, kalau telponan masih sering “dikupingin”. What??????? Saya umur 26 tahun sekarang!! Masa telponan sama teman atau cowok tak boleh juga?  Kadang pengen teriak give me back my freedom!! Hahaha lebay dikit. Tapi, ini yang namanya pilihan. Tak mungkin saya harus hidup terus di kostan. Mungkin juga sih, tapi isi kantong tak memungkinkan. Hahaha.  So? Mau tak mau, suka tak suka, it is a must!! Iya, ini keharusan!! Tak bisa ditawar-tawar.

Sepertinya nikmati aja.  Di protes-protes bagaimana pun, tak akan merubah keadaan. Saat ini keadaannya sedang seperti ini.  Yang bisa dilakuin hanya nikmati, adaptasi, dan cepat cari kerja.. biar segera move out dan dapat kebebasan lagi. J  Saat keadaan sedang tak menyenangkan, nikmati saja. Biar punya cerita. Kalau hidup menyenangkan terus, kayaknya monoton. Perlu ada yang tak menyenangkan biar kelihatan dinamika hidupnya. Hahaha Beginilah kata-kata pengharapan bagi mereka yang hampir putus asa!! Tak mengapa, biar tak jadi putus asa!!


Well, selamat Tinggal 9 tahun penuh kenangan!!  Selamat tinggal kamar penuh cerita.  Jujur neh, dari cerita yang baik-baik sampai cerita yang buruk-buruk pernah tercipta di kamar itu. J  Kalau dinding bisa bercerita, mungkin sejuta cerita akan diceritakannya. Sampai nanti, entah kapan akan saya kunjungi lagi. Semoga penghuni baru mu, akan mencintai mu sebagaimana saya mencintai mu J

~My Lovely Room~

~The Handprint has made by paint, hand and FRIENDSHIP~

26.12.12

Merry Christmas


Merry Christmas 2012
Selamat  Natal bagi bloggers yang merayakannya ya!  
Moga damai natal selalu menanungi kehidupan kita semua.

Akhirnya tanggal 25 Desember  telah berlalu. Natal telah lewat sehari kemarin. Hari ini mulai lagi kehidupan seperti biasa. Tante dan om saya ngantor, sepupu”  saya pada maen futsal dan saya sendiri menjadi penunggu rumah hahaha. Jadi daripada kesepian sendiri, mending dengar lagu trus nulis dikit tentang natal kemarin.

Gimana suasana Natal Kemarin?
Seperti biasa, bukan hal yang aneh dan mengherankan jika merayakan Natal di tanah orang itu beda sama Natal di kampung halaman sendiri. Yang ramenya pas di gereja aja. Saat pulang ke rumah, udah biasa lagi kayak hari-hari minggu biasa. Saat di gereja sih saya sempat sedih.  Saat candle light service, saat lampu dipadamkan dan lilin” kecil yang kita pegang dinyalakan sambil menyanyi lagu Malam Kudus, jujur ya, saya sempat  meneteskan airmata. Tiba-tiba merasa rindu semua orang yang saya cintai. Khususnya mama dan papa saya. Ingin lagi rasanya mengulang semua momen malam natal yang pernah saya lewati bersama mereka. Masih teringat dengan jelas gimana sibuknya membersihkan rumah, memasang pohon terang, bikin kue-kue natal, sampai  ke gereja pas malam natal, dan berdoa pas pukul 00.00. Tapi ya begitulah, kehidupan harus terus dijalani. Saya harus beradaptasi dengan lingkungan tempat saya tinggal. Jadi, jika suasanan Natal sangat berbeda dengan di kampung halaman sana, ya nikmati saja. Tetap bersyukur masih bisa menikmati natal di tahun 2012. Semoga masih bisa juga menikmati natal tahun 2013.

Ngapain aja di hari Natal?
Kalau biasanya di kampung halaman, menyongsong hari Natal orang-orang udah pada sibuk mempersiapkan semuanya, dari rumah, kue-kue, baju dan sebagainya, di sini biasa aja. Hari-hari menyongsong Natal seperti hari-hari biasa. Bahkan di tempat tante saya, tak ada sama sekali membuat kue-kue natal hahahha. Tapi Christmas Shopping Time masih dilakukan koq hihihihi. Lalu, tanggal 24 malam, ke gereja. Pulang gereja, nonton tv, liat acara-acara natal di tv. Sebelum pukul 00.00, tepatnya pukul  22.00 doa bersama. Padahal belum tanggal 25, tapi karena udah pada ngantuk ya doa aja jam segitu. Hahaha J Setelah itu, telpon”an bentar dengan keluarga di kampung halaman, sambil bales” sms ngucapin selamat natal. Kelar itu, tidur deh. Mana tubuh saya kemarin sedang tidak fit. Pilek parah plus sakit kepala plus batuk plus demam.  Udah ga ada rame-ramenya, trus sakit, bikin natalan saya makin ga afdol. Hahahha  Tanggal 25nya gereja dulu pagi. Karena  ibadah natal dibarengi perayaannya, alhasil ke gereja dari jam 8-11. Pulang-pulang laper! Jadi makan lalu nonton tv lagi. Mau jalan-jalan bentar sama keluarga tante saya, eh baru keluar udah ujan gede. Pulang lagi deh.  Biasanya kalau di kampung  halaman, siang-siang pasti pada sibuk ngelayani tamu-tamu yang datang ngucapin selamat natal. Kemarin siang-siang malah tidur siang hahahha. Bangun dah sore, mandi, nonton tv lagi. Gitu aja acara natal kemarin. Malah banyakan nonton tv di rumah aja. Benar-benar  Christmas at home! Hahaha.

Apa harapan di malam Natal kemarin?
Harapannya  pengen punya kehidupan yang semakin baik di tahun depan. Lulus kuliah dan dapet kerja. Menikah?  Ntar dulu kayaknya. Pengen mapan dulu baru ngerencanain  yang lain. Punya pacar? Gak pengen. Pengen punya calon suami hahaha. Males pacar-pacaran, malu sama umur. Hahaha Ya kalau dikasih sama yang di Atas, terima. Kalau belum, ya tetap nikmati hidup sampai nemuin yang pas.  Trus, pengen natal taon depan bisa lebih berkesan. Ah pengen jalan-jalan ke mana gitu natal taon depan. Natal ke luar negeri bisa gak ya? Nabung dulu lah. Pokoknya, doanya untuk tahun depan semoga jauh lebih baik dari tahun ini.

So?
Merry Christmas for everyone. Moga sukcita dan damai natal selalu hadir dalam kehidupan kita semua. Jika ada banyak kesalahan yang saya lakukan di tahun 2012, mohon maaf ya. Semoga hari-hari kedepan bisa jauh lebih baik.



 Untuk Natal tahun ini saya meninggalkan tradisi menghias pohon Natal dan kamar. Jadi saat sepupu saya berencana membeli pohon Natal, saya bersedia menghiaskannya untuk dia.

22.12.12

Selamat Hari Ibu!!


Selamat Malam bloggers...!!
Well, lama tak menulis. Lagi tidak berada di kandang, jadi fasilitas internet tak memadai. Makanya saya tak bisa menulis banyak. Saat ada kesempatan buat menulis, nah digunakan deh. Nyuri-nyuri internet di tempat tante (yes, I will spend my holiday season di tempat tante) hahahah.. moga ga ada orang rumah yang baca tulisan ini.

Hari ini tepatnya tanggal 22 Desember 2012, pengen nulis dikit tentang Ibu dan hari Ibu. Topik Ibu menjadi sebuah topik yang agak sensitif bagi saya. Ya, tepatnya setelah perempuan yang saya sebut Ibu itu pergi untuk selamanya dari sisi saya.  Tapi, walaupun dia telah pergi dari sisi saya, dia tak akan pernah pergi dari hati dan hidup saya. Selama jantung saya masih berdetak, dia masih hidup dalam hati saya. 

Apa arti Ibu?
Ibu adalah seorang perempuan biasa yang menjadi luar biasa ketika ia digelari Ibu. Kenapa gelar? Bagi saya itu adalah sebuah gelar hidup yang tak bisa diberikan  institusi akademik manapun. Saat seorang perempuan biasa mengandung selama 9 bulan, kemudian berjerih payah untuk melahirkan anaknya, lalu  menyusui  anaknya, lalu membesarkan, mendidik, dan merawat anaknya, maka ia sangat pantas digelari ibu, sebuah gelar yang tak dapat dibeli dengan uang.  Jadi saya cukup paham mengapa banyak perempuan menjadi  sedih dan menderita tekanan batin saat tak bisa menyandang gelar ini. Tapi di saat yang sama saya juga bingung mengapa banyak wanita dengan gampangnya membuang kesempatan mereka untuk menyandang gelar itu. Entahlah, masing-masing orang dengan alasannya.

Apa yang ibu berikan selama hidupnya?
Banyak! Tak bisa dihitung. Mulai dari kasih sayang, waktu, tenaga, pikiran, doa dan masih banyak lagi yang tak bisa dihitung. Terima Kasih Mama!! Dari dialah saya belajar sabar, belajar bagaimana memperlakukan orang lain, bagaimana menghadapi hidup dan masih banyak lagi. Kayak istilah like daughter like mom, begitulah saya dibentuk. Bagaimana dia menghadapi ayah saya yang emosian, gak sabaran, pemarah, bagaimana dia menghadapi orang-orang yang tak menyukainya, bagaimana dia menghadapi orang yang butuh bantuannya, dan bagaimana dia menghadapi  kehidupannya. Berharap suatu saat nanti saya akan menjadi seorang ibu dengan karakter seperti ibu saya.

Apa yang ingin dilakukan atau diberikan untuk ibu?
Kesempatan untuk melakukan sesuatu untuk ibu secara langsung saat ini mungkin mustahil bagi saya. Ya, ibu saya telah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Tapi, menyelesaikan studi  seperti keinginannya  adalah hadiah yang akan saya persembahkan untuk ibu. Kemudian, menjadi orang yang sukses, punya keluarga yang bahagia dan hidup bahagia selamanya adalah hadiah utama yang saya yakin akan membahagiakan ibu. Tak ada hal yang paling bahagia bagi seorang ibu jika melihat anaknya bahagia. Dan hal paling bahagia bagi seorang anak saat melihat ibunya tersenyum melihat anaknya bahagia. Semoga suatu hari ibu akan tersenyum dari sorga melihat saya bahagia bersama keluarga saya. AMIN (NB: doa neh! Hahaha)

So?
Mau bilang Happy Mothers Day buat semua perempuan yang telah bergelar ibu dimana saja mereka berada. Buat ibu saya di surga sana, Selamat Hari Ibu ya ma.. terima kasih telah memberikan saya kesempatan memiliki seorang ibu. Kaulah segalanya, tak tergantikan apa pun juga. Harta paling berharga yang pernah saya miliki, dan kenangan terindah yang selamanya hidup dalam ingatan saya. Semoga suatu hari nanti saya bisa menjadi seorang ibu HEBAT seperti dirimu ma. Terima Kasih.


SELAMAT HARI IBU



Sehari sebelum ibu saya menutup mata untuk selama-lamanya, dia menelpon, kemudian saya berkata "jangan lupa doakan saya ya Ma". Dan dia berkata "dia selalu mendoakan saya, seperti lagu 
Di doa ibu ku, nama ku disebut."

10.12.12

Goodbye 25..Welcome 26

Ting..tong..ting..my 25 would been end up in 30 minutes. 

Yes, bentar lagi umur 25 saya akan berganti dengan umur 26. Wah makin cepat aja usia bertambah. Tak terasa...............
Udah ngelakuin apa selama umur 25 ya? -_-"Ngelakuin banyak dosa! Hahahahaha 

Di ulang tahun ke-25 kemaren masih saya ingat dengan jelas, bagaimana saya bertekad melakukan sesuatu itu. Apa?  Bertekad menghasilkan duit sendiri. Malu di umur segitu masih ngarep duit orang -_-"walaupun sebenarnya ga pernah ngarep juga seh :D Nah, akhirnya berhasil juga. Di penghujung usia 25 bisa menuai hasilnya. Ya, walaupun cuma berjualan pulsa..tapi masih ada duit yang bisa disisihkan. Sedikit koq, gak banyak!! Tapi sedikit dari tangan sendiri terasa jauh lebih berharga daripada banyak karena hasil pemberian orang! Jadinya lebih bisa menghargai gimana susahnya cari duit, susahnya pengen ini itu tapi mikir lebih baik duit disimpen, dan lebih belajar bersyukur atas sedikit yang saya punya. Well, alhasil sebuah SPRI-Surat Paspor Republik Indonesia berhasil saya kantongin dan sisanya buat bayar uang kuliah semester ini :) Yay! \:D/ 
Catatan: Kenapa harus buat Paspor? Pengen punya cerita ntar ke siapa saja, kalau jualan pulsa bisa membawa saya ke luar negeri hahahaha :) Selanjutnya jualan pulsa jg bisa membantu saya memperoleh gelar akademik :)
That's all. Tekad saya di awal usia 25. Ga terlalu WOW sih hasilnya, tapi paling tidak menunjukkan hasil daripada tidak sama sekali. 

Lalu apa saja yang saya alami di usia 25? Banyak!
Menghadapi mereka yang ga peduli apa yang terjadi pada diri saya, menghadapi mereka yang sukanya menang sendiri, menghadapi mereka yang cuma bisanya menyalahkan tanpa mencoba mengerti.. dan menghadapi mereka yang menyadari keberadaan saya. Menghadapi keadaaan dimana saya dipaksa harus menjadi orang lain dan bukan diri saya sendiri, menghadapi keadaan bahwa saya harus merelakan apa yang saya bilang bahagia, dan menghadapi keadaan dimana saya harus memutuskan untuk pergi atau terluka lagi. BERWARNA!!

Belajar apa saja? Banyak juga!
Kerja keras tak pernah menghianatimu! Musuh terbesar adalah diri sendiri, kesuksesan teragung adalah mengalahkan diri sendiri!!  
Mencintai tak harus memiliki!! Cinta itu saat dia pergi dan kau masih terus mendoakan kebahagiaannya!! Saat dia tak sanggup menyayangi mu, kau tak perlu memaksanya. Karena mencintai dengan ketulusan adalah membiarkan dia bahagia, meskipun tidak dengan diri mu. 

Jadi bisa dikatakan makin dewasa? Entahlah. Waktu yang akan menilai dan membuktikannya.
Cukup puas dengan yang sudah diraih, tapi masih perlu membenahi yang masih berantakan.

Saatnya usia 26 untuk berbenah!!
Ya, beban harus segera dirampungkan!! PASTI!! Lalu kerja, lalu jalan-jalan dan menikmati hidup sebentar, lalu mulai menata masa depan bersama keluarga. 
Hidup itu perlu tujuan, agar ada tantangan untuk mencapainya.
Jadi tekad di usia 26 adalah lulus dan kerja. Ngumpulin duit sebentar untuk memulai pilihan hidup :) 



Goodbye 25th
Welcome 26th