26.12.12

Merry Christmas


Merry Christmas 2012
Selamat  Natal bagi bloggers yang merayakannya ya!  
Moga damai natal selalu menanungi kehidupan kita semua.

Akhirnya tanggal 25 Desember  telah berlalu. Natal telah lewat sehari kemarin. Hari ini mulai lagi kehidupan seperti biasa. Tante dan om saya ngantor, sepupu”  saya pada maen futsal dan saya sendiri menjadi penunggu rumah hahaha. Jadi daripada kesepian sendiri, mending dengar lagu trus nulis dikit tentang natal kemarin.

Gimana suasana Natal Kemarin?
Seperti biasa, bukan hal yang aneh dan mengherankan jika merayakan Natal di tanah orang itu beda sama Natal di kampung halaman sendiri. Yang ramenya pas di gereja aja. Saat pulang ke rumah, udah biasa lagi kayak hari-hari minggu biasa. Saat di gereja sih saya sempat sedih.  Saat candle light service, saat lampu dipadamkan dan lilin” kecil yang kita pegang dinyalakan sambil menyanyi lagu Malam Kudus, jujur ya, saya sempat  meneteskan airmata. Tiba-tiba merasa rindu semua orang yang saya cintai. Khususnya mama dan papa saya. Ingin lagi rasanya mengulang semua momen malam natal yang pernah saya lewati bersama mereka. Masih teringat dengan jelas gimana sibuknya membersihkan rumah, memasang pohon terang, bikin kue-kue natal, sampai  ke gereja pas malam natal, dan berdoa pas pukul 00.00. Tapi ya begitulah, kehidupan harus terus dijalani. Saya harus beradaptasi dengan lingkungan tempat saya tinggal. Jadi, jika suasanan Natal sangat berbeda dengan di kampung halaman sana, ya nikmati saja. Tetap bersyukur masih bisa menikmati natal di tahun 2012. Semoga masih bisa juga menikmati natal tahun 2013.

Ngapain aja di hari Natal?
Kalau biasanya di kampung halaman, menyongsong hari Natal orang-orang udah pada sibuk mempersiapkan semuanya, dari rumah, kue-kue, baju dan sebagainya, di sini biasa aja. Hari-hari menyongsong Natal seperti hari-hari biasa. Bahkan di tempat tante saya, tak ada sama sekali membuat kue-kue natal hahahha. Tapi Christmas Shopping Time masih dilakukan koq hihihihi. Lalu, tanggal 24 malam, ke gereja. Pulang gereja, nonton tv, liat acara-acara natal di tv. Sebelum pukul 00.00, tepatnya pukul  22.00 doa bersama. Padahal belum tanggal 25, tapi karena udah pada ngantuk ya doa aja jam segitu. Hahaha J Setelah itu, telpon”an bentar dengan keluarga di kampung halaman, sambil bales” sms ngucapin selamat natal. Kelar itu, tidur deh. Mana tubuh saya kemarin sedang tidak fit. Pilek parah plus sakit kepala plus batuk plus demam.  Udah ga ada rame-ramenya, trus sakit, bikin natalan saya makin ga afdol. Hahahha  Tanggal 25nya gereja dulu pagi. Karena  ibadah natal dibarengi perayaannya, alhasil ke gereja dari jam 8-11. Pulang-pulang laper! Jadi makan lalu nonton tv lagi. Mau jalan-jalan bentar sama keluarga tante saya, eh baru keluar udah ujan gede. Pulang lagi deh.  Biasanya kalau di kampung  halaman, siang-siang pasti pada sibuk ngelayani tamu-tamu yang datang ngucapin selamat natal. Kemarin siang-siang malah tidur siang hahahha. Bangun dah sore, mandi, nonton tv lagi. Gitu aja acara natal kemarin. Malah banyakan nonton tv di rumah aja. Benar-benar  Christmas at home! Hahaha.

Apa harapan di malam Natal kemarin?
Harapannya  pengen punya kehidupan yang semakin baik di tahun depan. Lulus kuliah dan dapet kerja. Menikah?  Ntar dulu kayaknya. Pengen mapan dulu baru ngerencanain  yang lain. Punya pacar? Gak pengen. Pengen punya calon suami hahaha. Males pacar-pacaran, malu sama umur. Hahaha Ya kalau dikasih sama yang di Atas, terima. Kalau belum, ya tetap nikmati hidup sampai nemuin yang pas.  Trus, pengen natal taon depan bisa lebih berkesan. Ah pengen jalan-jalan ke mana gitu natal taon depan. Natal ke luar negeri bisa gak ya? Nabung dulu lah. Pokoknya, doanya untuk tahun depan semoga jauh lebih baik dari tahun ini.

So?
Merry Christmas for everyone. Moga sukcita dan damai natal selalu hadir dalam kehidupan kita semua. Jika ada banyak kesalahan yang saya lakukan di tahun 2012, mohon maaf ya. Semoga hari-hari kedepan bisa jauh lebih baik.



 Untuk Natal tahun ini saya meninggalkan tradisi menghias pohon Natal dan kamar. Jadi saat sepupu saya berencana membeli pohon Natal, saya bersedia menghiaskannya untuk dia.

22.12.12

Selamat Hari Ibu!!


Selamat Malam bloggers...!!
Well, lama tak menulis. Lagi tidak berada di kandang, jadi fasilitas internet tak memadai. Makanya saya tak bisa menulis banyak. Saat ada kesempatan buat menulis, nah digunakan deh. Nyuri-nyuri internet di tempat tante (yes, I will spend my holiday season di tempat tante) hahahah.. moga ga ada orang rumah yang baca tulisan ini.

Hari ini tepatnya tanggal 22 Desember 2012, pengen nulis dikit tentang Ibu dan hari Ibu. Topik Ibu menjadi sebuah topik yang agak sensitif bagi saya. Ya, tepatnya setelah perempuan yang saya sebut Ibu itu pergi untuk selamanya dari sisi saya.  Tapi, walaupun dia telah pergi dari sisi saya, dia tak akan pernah pergi dari hati dan hidup saya. Selama jantung saya masih berdetak, dia masih hidup dalam hati saya. 

Apa arti Ibu?
Ibu adalah seorang perempuan biasa yang menjadi luar biasa ketika ia digelari Ibu. Kenapa gelar? Bagi saya itu adalah sebuah gelar hidup yang tak bisa diberikan  institusi akademik manapun. Saat seorang perempuan biasa mengandung selama 9 bulan, kemudian berjerih payah untuk melahirkan anaknya, lalu  menyusui  anaknya, lalu membesarkan, mendidik, dan merawat anaknya, maka ia sangat pantas digelari ibu, sebuah gelar yang tak dapat dibeli dengan uang.  Jadi saya cukup paham mengapa banyak perempuan menjadi  sedih dan menderita tekanan batin saat tak bisa menyandang gelar ini. Tapi di saat yang sama saya juga bingung mengapa banyak wanita dengan gampangnya membuang kesempatan mereka untuk menyandang gelar itu. Entahlah, masing-masing orang dengan alasannya.

Apa yang ibu berikan selama hidupnya?
Banyak! Tak bisa dihitung. Mulai dari kasih sayang, waktu, tenaga, pikiran, doa dan masih banyak lagi yang tak bisa dihitung. Terima Kasih Mama!! Dari dialah saya belajar sabar, belajar bagaimana memperlakukan orang lain, bagaimana menghadapi hidup dan masih banyak lagi. Kayak istilah like daughter like mom, begitulah saya dibentuk. Bagaimana dia menghadapi ayah saya yang emosian, gak sabaran, pemarah, bagaimana dia menghadapi orang-orang yang tak menyukainya, bagaimana dia menghadapi orang yang butuh bantuannya, dan bagaimana dia menghadapi  kehidupannya. Berharap suatu saat nanti saya akan menjadi seorang ibu dengan karakter seperti ibu saya.

Apa yang ingin dilakukan atau diberikan untuk ibu?
Kesempatan untuk melakukan sesuatu untuk ibu secara langsung saat ini mungkin mustahil bagi saya. Ya, ibu saya telah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Tapi, menyelesaikan studi  seperti keinginannya  adalah hadiah yang akan saya persembahkan untuk ibu. Kemudian, menjadi orang yang sukses, punya keluarga yang bahagia dan hidup bahagia selamanya adalah hadiah utama yang saya yakin akan membahagiakan ibu. Tak ada hal yang paling bahagia bagi seorang ibu jika melihat anaknya bahagia. Dan hal paling bahagia bagi seorang anak saat melihat ibunya tersenyum melihat anaknya bahagia. Semoga suatu hari ibu akan tersenyum dari sorga melihat saya bahagia bersama keluarga saya. AMIN (NB: doa neh! Hahaha)

So?
Mau bilang Happy Mothers Day buat semua perempuan yang telah bergelar ibu dimana saja mereka berada. Buat ibu saya di surga sana, Selamat Hari Ibu ya ma.. terima kasih telah memberikan saya kesempatan memiliki seorang ibu. Kaulah segalanya, tak tergantikan apa pun juga. Harta paling berharga yang pernah saya miliki, dan kenangan terindah yang selamanya hidup dalam ingatan saya. Semoga suatu hari nanti saya bisa menjadi seorang ibu HEBAT seperti dirimu ma. Terima Kasih.


SELAMAT HARI IBU



Sehari sebelum ibu saya menutup mata untuk selama-lamanya, dia menelpon, kemudian saya berkata "jangan lupa doakan saya ya Ma". Dan dia berkata "dia selalu mendoakan saya, seperti lagu 
Di doa ibu ku, nama ku disebut."

10.12.12

Goodbye 25..Welcome 26

Ting..tong..ting..my 25 would been end up in 30 minutes. 

Yes, bentar lagi umur 25 saya akan berganti dengan umur 26. Wah makin cepat aja usia bertambah. Tak terasa...............
Udah ngelakuin apa selama umur 25 ya? -_-"Ngelakuin banyak dosa! Hahahahaha 

Di ulang tahun ke-25 kemaren masih saya ingat dengan jelas, bagaimana saya bertekad melakukan sesuatu itu. Apa?  Bertekad menghasilkan duit sendiri. Malu di umur segitu masih ngarep duit orang -_-"walaupun sebenarnya ga pernah ngarep juga seh :D Nah, akhirnya berhasil juga. Di penghujung usia 25 bisa menuai hasilnya. Ya, walaupun cuma berjualan pulsa..tapi masih ada duit yang bisa disisihkan. Sedikit koq, gak banyak!! Tapi sedikit dari tangan sendiri terasa jauh lebih berharga daripada banyak karena hasil pemberian orang! Jadinya lebih bisa menghargai gimana susahnya cari duit, susahnya pengen ini itu tapi mikir lebih baik duit disimpen, dan lebih belajar bersyukur atas sedikit yang saya punya. Well, alhasil sebuah SPRI-Surat Paspor Republik Indonesia berhasil saya kantongin dan sisanya buat bayar uang kuliah semester ini :) Yay! \:D/ 
Catatan: Kenapa harus buat Paspor? Pengen punya cerita ntar ke siapa saja, kalau jualan pulsa bisa membawa saya ke luar negeri hahahaha :) Selanjutnya jualan pulsa jg bisa membantu saya memperoleh gelar akademik :)
That's all. Tekad saya di awal usia 25. Ga terlalu WOW sih hasilnya, tapi paling tidak menunjukkan hasil daripada tidak sama sekali. 

Lalu apa saja yang saya alami di usia 25? Banyak!
Menghadapi mereka yang ga peduli apa yang terjadi pada diri saya, menghadapi mereka yang sukanya menang sendiri, menghadapi mereka yang cuma bisanya menyalahkan tanpa mencoba mengerti.. dan menghadapi mereka yang menyadari keberadaan saya. Menghadapi keadaaan dimana saya dipaksa harus menjadi orang lain dan bukan diri saya sendiri, menghadapi keadaan bahwa saya harus merelakan apa yang saya bilang bahagia, dan menghadapi keadaan dimana saya harus memutuskan untuk pergi atau terluka lagi. BERWARNA!!

Belajar apa saja? Banyak juga!
Kerja keras tak pernah menghianatimu! Musuh terbesar adalah diri sendiri, kesuksesan teragung adalah mengalahkan diri sendiri!!  
Mencintai tak harus memiliki!! Cinta itu saat dia pergi dan kau masih terus mendoakan kebahagiaannya!! Saat dia tak sanggup menyayangi mu, kau tak perlu memaksanya. Karena mencintai dengan ketulusan adalah membiarkan dia bahagia, meskipun tidak dengan diri mu. 

Jadi bisa dikatakan makin dewasa? Entahlah. Waktu yang akan menilai dan membuktikannya.
Cukup puas dengan yang sudah diraih, tapi masih perlu membenahi yang masih berantakan.

Saatnya usia 26 untuk berbenah!!
Ya, beban harus segera dirampungkan!! PASTI!! Lalu kerja, lalu jalan-jalan dan menikmati hidup sebentar, lalu mulai menata masa depan bersama keluarga. 
Hidup itu perlu tujuan, agar ada tantangan untuk mencapainya.
Jadi tekad di usia 26 adalah lulus dan kerja. Ngumpulin duit sebentar untuk memulai pilihan hidup :) 



Goodbye 25th
Welcome 26th

8.12.12

Quote 04

Waktu tak menyembuhkan luka..
Waktu hanya membantu kita agar terbiasa dengan rasa sakit..



"Selamat Pagi Dunia"

4.12.12

Desember dulu ku nanti..Sekarang?

"Selasa, hari ke-4 di bulan Desember"

Aku ingin bercerita..
Tapi tak ada dia yang mendengarkan..
Entah dimana dia berada..
Sehatkah dia?
Baik-baik saja kah dia?
Ku harap dia baik-baik saja..
Ya, dia yang ku rindu..
Rindu dalam diam ku.


Hari ini hujan turun tanpa henti. Sejak pagi, sang surya seakan enggan menampakkan wajahnya. Langit ku mendung, gelap, tanpa sinar mentari. Bahkan saat malam datang, rembulan enggan menemani sang bintang. Gelap.. sepi.. hanya derasnya rintik hujan yang menemani ku melewati malam. Sendiri.. tanpa teman dan kawan.. ku rebahkan diri di kasur tua ku..kudendangkan lagu natal.. dan membiarkan jari-jari ini menari merangkai kata. 

Ini Desember bukan kawan? Ah, ternyata ini bulan ke 12 di tahun ini, tahun 2012. Beberapa hari yang lalu, saat menginjakkan kaki di hari pertama bulan ini, ada sepenggal pikiran yang mengusik. "Ternyata bulan ini biasa saja seperti 11 bulan lainnya", begitu pikir ku. Kemudian ku sampaikan pikiran ini kepada seorang sobat di seberang sana. Ku bertanya, "kenapa bulan ini terasa biasa saja bagi ku? Bulan ini kehilangan keistimewaannya di hati ku. Kenapa?" Dia menjawab, "begitu pun dirinya. Mungkin kita sedang dalam penantian akan sesuatu yang baru. Saat yang dinanti tak kunjung datang, semua terasa biasa saja". 

Entahlah, benar atau tidaknya, cuma aku yang merasakannya. Saat semua kawan berlomba mendapatkan tiket pesawat  liburan ke kampung halaman, aku hanya menikmati antusiasme mereka. Saat mereka berlomba mendapatkan baju-baju dan sepatu natal, aku hanya merasakan semangat mereka. Baju natal dan sepatu natal tak lagi menjadi keharusan bagi ku. Tradisi itu perlahan ku tinggalkan. Kenapa? Di sini.. di sudut kamar ini..saraf-saraf otak ku bekerja, mengumpulkan semua memori dan kenangan. Mencari alasan-alasan mengapa  Desember kehilangan daya magisnya dalam hidupku. Bagaikan seorang penyihir kehilangan manteranya, begitulah kekuatan Desember perlahan memudar dalam hidupku!!

Kususuri setapak-setapak kecil dalam labirin otak ku. Menemukan kembali kenangan Desember yang dulu. Desember yang selalu ku nanti, Desember yang selalu berkesan dan Desember yang selalu istimewa. Hari-hari di Desember tampaknya begitu spesial dibandingkan hari-hari lainnya. Selalu di nanti dan selalu di hati. Banyak cerita indah, kisah menarik dan suasana penuh kehangatan di Desember. Bagaikan seseorang menantikan kedatangan kekasihnya, begitu pun kunantikan kedatangan Desember. Damai, hangat, penuh kasih, penuh sukacita, penuh tawa bahagia, begitulah Desember ku dulu.

Tapi,  Desember ku kini berubah menjadi kelabu. Tak lagi indah, tak lagi istimewa, tak ubahnya bulan-bulan lainnya. Ya, sejak mereka pergi dari hidup ku, Desember ku tak lagi indah. Mereka pergi membawa indahnya Desember, hangatnya Desember dan spesialnya Desember. Tak ada lagi yang ingin ku temui saat Desember tiba. Tak ada lagi suara merdu yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun di Desember. Aku kemudian tersadar, mengapa aku tidak terlalu antusias untuk menikmati liburan di kampung halaman. Ternyata, tak ada lagi mereka yang bertanya "tanggal berapa pulang?". Semuanya sibuk dengan kehidupan mereka sendiri. Mereka yang kusebut keluarga pun, memiliki keluarga mereka sendiri. Apakah ini berarti aku membutuhkan sebuah keluarga baru? Ah, entahlah! Yang pasti kurasakan, aku kehilangan mereka dan Desember ku. Ingin sekali rasanya mengulang semua Desember ku yang telah berlalu sebelum mereka pergi. Hangat, penuh cinta kasih, damai dan tak tergantikan oleh bulan-bulan lainnya. 

Welcome Desember..
Ku ucapkan selamat datang bagi mu..
Walaupun kau tak seindah dulu di hati ku..
Walaupun kau tak seistimewa dulu di hidup ku..

Tetaplah menjadi kenangan indah..
Hidup dan semarak diantara ribuan memori di otak ku..
Bersama mereka yang pernah ku cinta dan selamanya akan ku cinta..

Berharap kau kembali indah Desember ku..