30.9.12

Aku Bilang NGEMOVIE


"NGEMOVIE"... sebuah istilah hasil asimilasi bahasa Inggris dan Indonesia yang saya ciptakan dari dasar otak saya sendiri. Entah di luar sana apakah ada orang lain yang menggunakannya juga? I don't know and I don't care!! Somethin' that I know for sure... itu sebuah kegiatan dan hoby saya :)

"Nge-" adalah sebuah prefix dalam bahasa Indonesia yang seringkali menggantikan prefix me-, terutama untuk penggunaan kata kerja dalam situasu atau keadaan informal. Misalnya, menjalani-ngejalanin, merasa-ngerasa, dsb. Intinya prefix nge- ini mendukung kata kerja yang mengikutinya. Kata yang mengikuti prefix nge- dalam kata NGEMOVIE adalah kata movie. Well, semua orang pasti ngerti kalau ini bahasa inggris yang artinya Film. So, singkat kata singkat cerita.. "NGEMOVIE" adalah istilah yang menunjukkan kalau saya sedang menikmati atau menonton film!! Begitu kira-kira maksud saya menggunakan istilah ini. Sekian telaah bahasanya!! :))

Film udah jadi sesuatu yang menarik perhatian saya sejak dulu, selain buku. Sejak kecil, dari film kartun, telenovela, sinetron (paling sedikit intensitas nontonnya), holywood, bolywood dan lain-lainnya. Bahkan dulu saat papa saya meminjam kaset-kaset film di rental dekat rumah, saya ikutan minta dipinjemin. Dulu... berdasarkan memori di dasar otak :)) film pertama yang saya tonton dalam bentuk VCD  adalah film TITANIC.. itu pun numpang nonton di rumah temen yang punya VCD player :)) maklum, jaman papa dan mama saya masih belum sanggup membeli VCD Player :D  Lalu film lainnya itu kayak Godzilla, Romeo and Juliet, film-film bolywood, Man, ahhhhhhhh dan lain..lain pemirsaa.. udah banyak yang kelupaan. Tapi satu yang saya ingat, ini film pertama saya yang saya tonton dengan menggunakan VCD player kepunyaan sendiri. Ini trailernya.. Cekidot pemirsaa..!!
U-571 

 Jika disuruh milih film Indonesia atau holywood, tentu saja saya lebih milih film holywood. Meskipun demikian ada sebagian film Indonesia yang saya suka. Tentu saja yang memenuhi syarat tontonan saya, no Horor gak jelas & no semi porno menjijikan!! Secara, hantu-hantu film Indonesia yang ada aneh,gak nakutin sama sekali. Udah gitu. hantunya seksi-seksi, hantu beradegan semi porno. Cacad banget kan? #-o So, mending holywood atau film horor yang dari Thailand atau Jepang. Saya ga terlalu milih-milih genre film apa yang saya suka. Soalnya saya suka nonton semua genre film. Tapi, action di peringkat pertama. Kemudian nyusul komedi. Lalu, animasi. Trus, drama romantis dan drama yang bikin *mewek-mewek gak jelas* :)) dan yang terakhir Horor deh :))

Saking menyukai hobi yang satu ini, koleksi film saya diburning di DVD, trus disimpen deh buat koleksi. Walaupun harus saya akui banyak film saya hasil donlodan :D eh, tapi saya ga memperbanyak trus mengkomersilkannya koq.. :( *ga bermaksud membajak*  :D Moga aja hoby ini terus bisa dilakukan sampai kapan pun :)) takutnya kalau saya sudah berkeluarga, hoby ini ga bisa dilakukan lagi. Jangan dong.. plisssssssssssssss... eh, nyari calon suami yang doyan nonton film juga deh :P :))

Ah, sekian dulu tulisan ini... NGEMOVIE dulu ya pemirsaaaaaa!! :-*

Wake Up when September Ends

Pemirsaaa!! Met malem..!!
It's a last day on September... kayak lagunya greenday "Wake me up when September ends"..I woke up now... :))

Tadi saya baru saja melakukan ritual saya yang 2 minggu ini saya tinggalkan.. "NGEMOVIE". Iya sumpah, walaupun kerjaan masih numpuk, tapi hasrat NGEMOVIE itu ga bisa ditolak. Well, akhirnya 2 film saya habiskan dalam waktu kurang dari 4 jam :D Walaupun kali ini tontonan saya adalah film Indonesia, bukan film-film holywood kesukaan saya, tapi gpp lah, yang penting menyalurkan hasrat NGEMOVIE saya yang menggebu-gebu :)) *Saya gak suka film Indonesia yang isinya cuma horor-horor ga jelas dan yang berbau semi-pornografi menjijikan*

Sedikit waktu yang saya punya untuk bersantai dan berleha-leha, membuat saya tak sempat melakukan ritual NGEDONLOD sebelum ritual NGEMOVIE. Jadinya, saya hanya mencari website nonton Online untuk menyalurkan hasrat saya :)) Then, akhirnya saya pun menemukannya. Pilihan pertama saya jatuh pada sebuah film yang berjudul "SERDADU KUMBANG". Penasaran, karena saya tahu OST nya Serdadu Kumbang yang dinyanyikan Ipank. So, film ini pun masuk daftar antrian tontonan pertama. Film besutan rumah produksi Alenia karya sutradara Ari Sihasale ini menceritakan kisah tentang anak-anak di desa Mantar, Sumbawa dengan tiga tokoh utama Amek, Acan dan Umbe. *Gambaran ceritanya hampir mirip kisah Laskar Pelangi di Belitong*  Sinopsis ceritanya bisa dibaca di sini. Atau yang ingin nonton boleh liat  di sini. Ini saya berikan bonus trailernya bagi yang penasaran : :D

Nah, film kedua yang saya tonton adalah film dengan judul "CERITA DARI TAPAL BATAS". Milihnya juga random tuh pemirsaaa.. eh tau-taunya film masih dengan tema yang tak jauh beda. Penasaran pemirsa? neh saya bonuskan lagi trailernya :
Yang pengen nonton filmnya bisa ditonton di sini lagi.

___________________My  Review___________________

Eh, pertama-tama merasa bersyukur banget pemirsa. Mo dibilang lebay etc, terserah lah. Tapi emang, merasa bersyukur bisa nonton film begini dan masih ada film-film Indonesia yang kayak gini. Secara film-film sekarang lebih banyak yang negrusak akhlak anak-anak Indonesia, daripada yang membangun kayak film-film ini. Dari kedua film ini ada beberapa poin yang saya lihat.
1. Mirisnya potret PENDIDIKAN di INDONESIA. Indonesia tuh mana seh? Saya kemudian mempertanyakan yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia itu yang mana saja? Bandingkan saja daerah-daerah di kedua film itu dengan daerah-daerah di Jawa. Bandingkan potret Pendidikan dua daerah itu dengan pendidikan di Jawa. Lihat sarana dan prasarana pendidikan mereka. Lihat fasilitas pendidikan mereka. Bahkan di film Serdadu Kumbang, lambang SD di saku baju seragam pun gak ada. Di film Cerita Dari Tapal Batas, sepatu sekolah pun gak punya. Jangankan fasilitas, guru selaku aktor pendidikan saja tak memadai. Apalagi ruang sekolah dan sarana lainnya. Mirisnya, mereka tetap setia menggunakan baju seragam yang berwarna Merah dan Putih, sebagaimana lambang bendera NKRI. Ironis sekali bukan? Seakan-akan, daerah-daerah yang jauh dari ibukota negara, bukanlah bagian dari NKRI. NKRI hanyalah Jawa dan beberapa daerah lain yang berhubungan langsung dengan Jawa. Sementara daerah-daerah di balik tingginya gunung, dibalik lebat dan rimbunnya hutan belantara, diantara derasnya air sungai, bukanlah bagian NKRI. Kenapa pembangunan ini tak merata? Bagaimana pembangunan akan merata, jika dana-dana pembangunan hanya untuk memenuhi saku-saku para elit tukang korupsi yang tak berperasaan!! Gak begitu mengherankan jika mereka di tapal-tapal batas negeri ini memilih mencari kehidupan di negeri tetangga. Di negeri sendiri mereka tak punya pilihan hidup. IRONIS!!
2. Semangat dan Kesetiaan Menuntut Ilmu
Lihat bagaimana semangat mereka belajar? Lihat kesetiaan mereka menuntut ilmu diantara sejuta kekurangan pendidikan yang disediakan bagi mereka? Amek udah berulang kali gagal lulus ujian karena sistem pendidikan yang tak seimbang dengan sarana dan prasarana yang disediakan. Menyamakan sistem pendidikan di daerah-daerah  yang jauh dari ibukota dengan sistem pendidikan di ibukota dan sekitarnya, tanpa meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di daerah-daerah tersebut, bukankah sebuah perbuatan TOLOL yang dilakukan pemerintah? Ngomongnya meningkatkan SDM Indonesia, namun tidak dibarengi dengan usaha yang sepantasnya.. Ya, sia-sia. Yang ada kekecewaan yang dialami, bahkan tak jarang keputusan untuk mengakhiri hidup hanya karena tak lulus ujian nasional. Meskipun demikian, contohlah semangat anak-anak daerah yang semangat dna setia menuntut ilmu diantara sejuta kekurangan pendidikan mereka. Keadaan ini kontras sekali dengan peristiwa-peristiwa tawuran siswa yang belakangan ini ramai terjadi di ibukota. Lihat?? Sarana prasarana lengkap, fasilitas memadai, namun tanpa semangat dan kesetiaan menuntut ilmu, yang ada hanya tawuran yang berujung kematian siswa. Pendidikan biasa-biasa saja, bahkan mungkin tak bermakna sama sekali bagi mereka yang dengan mudah mendapatkannya. Sementara bagi mereka yang sulit mendapatkannya, pendidikan begitu berarti bahkan terlalu berarti untuk disia-siakan.

Lalu siapa yang salah????????????
Ah, seandainya para elit bersafari di gedung-gedung besar di ibukota sana diberikan kesempatan untuk menonton kedua film ini di sela-sela sidang paripurna mereka. *Mimpi*



Pemirsaaaaaaa!! Ini benar-benar dah "Wake me Up when September Ends". Semangat sosial saya bergelora. Saya kembali memikirkan ide-ide yang lama mengendap dalam kalbu. Akankah saya mewujudkannya pemirsaaaaaaa? Wait and See!! :D


NB: Bagi sineas-sineas muda atau tua di Indonesia, buat dong film yang berkualitas kayak gini. Jangan yang menjual horor yang aneh dan semi-pornografi yang menjijikan saja bisanya. Thanks. Hidup Perfiliman Indonesia.



Regard,
Seorang Pencinta dan Penikmat Film 

28.9.12

Siap untuk Cantik???????

Pemirsaaaaa.....!!!

Ga tau ketularan siapa.. eh kayaknya Tukul deh di acara itu..di stasiun tv itu...*Ga boleh nyebutin merek*. Belakangan ini demen aja bilang kata itu.. apalagi pas pulang dari mana trus ketemu sama anak kostan yang lagi numpuk sekamar sambil melakukan aktifitas anak kostan *baca : ngobrol ngalor ngidul, nonton tv, nonton film,makan siang etc.* :))

Sebenarnya dah mau terlelap, tapi tiba-tiba inget sesuatu dan pengen nulis. :"> Jadi.. sebenarnya.. kenyataanya.. dan sebagainya...mmmm di kostan akhir-akhir ini lagi rame ngomongin EVERYTHING ABOUT BEAUTY SKIN. Mulai dari skincare dalam negeri, BBcream ala Korea, produk-produk Pinoy, sampai semua produk yang bisa bikin para perempuan mendadak sekarat isi dompet. Nah ceritanya, gara-gara krim abal-abal yang belakangan lagi rame di pasaran *pernah coba juga seh dan akhirnya wajah jadi perkebunan jerawat-MIRIS*http://www.emocutez.com , makanya sekarang lagi nyari-nyari produk apa yang pas buat kulit wajah dan tubuh. Mulai deh proses TRIAL and EROR nya. Teman saya yah bahkan gonta-ganti mesen produk-produk Korea, mulai dari lotion, BBcream, ininya Korea, itunya Korea, semuanya Korea, bahkan kalau bisa pesen warga negara Korea pasti mau tuh dia ...KOREAHOLIC. #-o Tapi tau ga pemirsaaaaa, harganya tu produk-produk bikin snewen!! Gila, ga ada apa yang murahan dikit. Harganya kayak pengen nyekik leher! Jadi mikir juga, beneran kali ya Cantik itu Mahal!! Eh, tapi pinternya temen saya, dia mesen sampel2nya dulu.. ya harganya emang murah pake banget.. TAPI....ada uang ada barang ya...harga murah begitu isinya hanya seiprit doang. Hahahaha..MIRIS LAGI! Well, gpp lah, paling gak, tau produknya ngaruh gimana ke wajah dan kulit. Jadinya kalau cocok, kan bisa nabung dulu buat beli.. :P So, saya mulai dah keracunan untuk beli tu sampel-sampel. Ada beberapa paket neh yang lagi saya tunggu kedatangannya!! Moga aja ada yang bagus dan sesuai harapan ya :)

Eh, tapi karena beberapa hari nongkrong di FemaleDaily, akhirnya saya keracunan juga sama produk-produk pinoy. Produk Pinoy itu sebutan buat produk-produk dari Filipina, banyak bener hampir kayak Korea. Tapi saya sepertinya bakal memilih skincare pinoy buat ngerawat kulit wajah dan tubuh. Kenapa???? Pikir saya, tone kulit saya itu lebih mirip orang-orang Filipina yang cokelat. beda banget kan sama Korea yang kuning gituuuuuuuuuuuuuuuuu... makanya ga cocoklah saya yang kulit cokelat make produk kulit kuning... eh..eh.. tapi itu baru asumsi saya pemirsaaaaa... belom penelitian :D Tapi kayaknya emang bener.. saya bakal milih produk Pinoy.. eh bukan bakal lagi.. sekarang dah make 2 produk.. sabun Kojie San sama Belo lotion spf 30... ini penampakannya pemirsaaaa..


Moga aja kulit saya semakin kinclong ya pemirsaaaaa :)) Kata temen saya... "Siap untuk Cantik??" =)) Ntar saya nulis lagi reviewnya kalau udah seminggu make ya:)) sekarang waktunya tidur dulu ya pemirsaaaaa.... Selamat Pagi :-*


2.9.12

~Bunga Kertas Mbah Min~

It's a Sat' Nite guys..!! Have a nice weekend!!

Yup, Malem Minggu neh guys. Pada ngapain aja? Pacaran? Jalan-jalan? Nongkrong? Ngadem di Rumah? Tidur-tiduran di kamar? Nonton Film? Nonton Sinetron? Banyak dah ritual tiap malam minggu, yang katanya orang-orang malem panjang, padahal jumlah jam malem minggu sama aja dengan malemnya hari lain kan??   -_-" Ha5 Well, ga pengen debatin hal itu. Saya punya cerita neh di malem Minggu tepat tanggal 1 September tahun 2012. Tadi pas di jalan, langsung inget pengen share cerita ini di blog. Yay..akhirnya, punya bahan buat nulis. Ha5   Here we go.....................!!

Melem minggu, bosan aja di kostan. Saya kemudian mengajak seorang teman saya untuk windows shopping. Maklum ya, baru tanggal 1, masih tanggal tua untuk ukuran anak kost. Ha5 Eh, rencananya buat windows shopping doang, ternyata jadi shopping beneran. Sebuah flat shoes warna beige akhirnya mengurangi jumlah rupiah di dompet saya. Tapi gpp lah, paling besok-besok ga makan seminggu. Ha5  Then setelah windows shopping, kami pun memutuskan untuk mengisi perut yang kelaperan sebelum balik ke kost. Sebuah tempat makan dengan menu utama Mie Bandung pun jadi pilihan kami. Menu makan kami, sepiring mie goreng dan bihun goreng, ditambah minum segelas juice wortel, juice alpukat dan air es. Kurang lebih 45 menit kami menghabiskan santapan kami malam ini. Alhasil, kami menjadi "tamu" terakhir di tempat itu. Nah, sebelum kami membayar, teman saya yang duduk mengarah ke jalan melihat seorang pria tua yang mendorong sebuah gerobak. Dia pun mengatakan pada saya, membuat saya menoleh melihat pria tua itu. Namun karena agak jauh, kami tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terdapat dalam gerobak yang didorongnya. Saat kami melihat pria tua itu, dia pun berhenti dan melihat kami. Masih dengan perasaan bertanya-tanya apa yang ada dalam gerobak tadi, kami pun membayar makanan kami. Saat saya mengantri untuk membayar, saya sempat menoleh ke jalan melihat pria tua itu, dan ternyata dia masih berdiri di sana dan menatap ke arah kami. 

Setelah membayar, kami pun keluar dari tempat makan. Ternyata pria tua itu masih berdiri di seberang jalan dan melihat ke arah kami. Karena jarak yang cukup dekat, hanya bersebrangan jalan, kami bisa membaca tulisan yang ada di gerobak pria tua itu. 
"BUNGA KERTAS ROMANTIS"
Begitu kira-kira tulisan yang tertera di plank kecil pada gerobaknya. Ternyata pria tua itu menjual bunga-bunga kertas. Setelah membaca, kami pun berjalan meninggalkan pria tua itu yang masih menatap kami. Sambil berjalan, ada sebuah rasa yang mengusik hati saya. Kemudian saya menengok lagi ke belakang, dan ternyata pria tua itu telah mendorong kembali gerobaknya menyusuri jalan. Pikirku, tadi pria itu berhenti karena mengira kami ingin membeli bunga-bunganya.Ternyata, pikiran yang sama juga muncul di benak teman saya. Rasa kasihan yang mengusik, membuat kami memutuskan untuk membeli beberapa tangkai bunga kertas pria tua itu. Kami pun menyeberang jalan, dan menuju pria tua itu. 

Dari kejauhan nampak ia tertatih-tatih mendorong gerobak bunga kertasnya. Saat ia semakin dekat, nampak gurat-gurat lelah di wajahnya. Seorang pria tua berumur sekitar 60 tahun, kakinya pincang, menggunakan  sepasang kemeja dan celana panjang hitam dengan sebuah topi lusuh, terlihat kepayahan mendorong gerobak bunga kertasnya. Pertanyaan-pertanyaan pun muncul dalam dialog dengan teman saya. Kemana anak-anaknya? Setega itukah membiarkan ayah mereka seperti ini? Dimana rumahnya? Isterinya? 

Saat ia berhenti tepat di depan kami, sebuah plank di sisi lain gerobak dengan jelas bisa saya baca.
"BUNGA KERTAS Mbah MIN"
1000/3
Ternyata nama pria tua itu Mbah Min. Kami pun bilang ingin membeli bunga kertasnya. Dengan sigap Mbah Min menyandarkan gerobaknya di sisi trotoar. Sambil menunggu kami memilih bunga kertasnya, Mbah Min duduk melepas letih di trotoar. Gerobaknya berisi kaleng-kaleng biskuit tempat menaruh bunga-bunga kertas. Nampak kaleng-kaleng di bagian atas telah kosong, yang saya artikan karena bunga-bunga kertas telah laku terjual. Di sisi kaleng-kaleng tersebut, ada sebuah cangkir berpenutup yang mungkin saja berisi kopi Mbah Min. Rasa kasihan dan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benak saya, membuat saya tidak lagi memilih bunga, sebaliknya ngobrol dengan Mbah Min. Ternyata Mbah Min ga memiliki anak, dan isterinya udah meninggal. Ia tinggal ga jauh dari tempat kost saya. Sayangnya ia ga punya rumah, jadi ia "Mondok". Ya, ga jauh beda lah mondok sama ngekost! Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan, namun Mbah Min memiliki pendengaran yang kurang bagus, so saya kasihan juga jika harus menambah keletihannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Saya pun kembali memilih bunga kertas untuk dibeli. Bunga itu terbuat dari kertas krep berbagai warna, kemudian ditambahkan lidi yang dililit kertas krep hijau sebagai tangkainya, dan dibungkus plastik transparan. 

15 tangkai bunga pun saya putuskan untuk beli. 15 tangkai ini pun dihargai Rp. 5000,-. Teman saya telah membayar duluan. Saat saya akan membayar, uang seribuan saya ga cukup 5.000. Teman saya pun ga punya uang pecahan seribu. Akhirnya saya membayar dengan selembar uang Rp. 10.000,-. Dengan tangan gemetaran Mbah Min menerima uang dari saya. Karena sisi jalan itu tidak terlalu terang, setelah melihat uang yang dia terima, Mbah Min kembali menatap saya. Entah tatapan itu maksudnya apa, saya pun ga ngerti. Tapi dengan spontan saya menjawab,"Kembaliannya ga usah pak". Rasa kasihan mengusik saya, tiba-tiba saya berpikir, tadi harga makanan saya saja lebih dari Rp. 10.000,- apakah  Rp. 5000 lebihnya tidak bisa saya berikan? Well, akhirnya kurelakan lebih Rp. 5000 untuk lelahnya pria tua itu mendorong gerobaknya. Dengan wajah sumringah dan tangan gemetaran, dia mengucapkan terima kasih untuk uang yang diterimanya.   Saya pun merasa sangat bersyukur, bisa membantu, walaupun saya tahu itu ga seberapa untuk meringankan rasa lelahnya. 

Sepanjang jalan pulang, saya masih penasaran dengan sosok Mbah Min. Lokasi tempat tinggalnya yang menurut pengakuannya dekat dengan tempat kost saya, membuat  saya mengajak teman saya untuk mengikuti Mbah Min. Yup, saya ingin tahu dimana ia tinggal. Dengan menggerutu dan menyebut saya aneh, teman saya pun setuju "menguntit" Mbah Min Ha5. Sayangnya, saat kami balik mengikuti arah jalannya, ternyata gerobak Mbah Min sedang dikerubutin beberapa pembeli yang sepertinya tersentuh melihat lelahnya pria tua itu mendorong gerobaknya. Akhirnya, usaha kami "menguntit" Mbah Min pun gagal. Ha5 Eh, tapi saya maish berkeinginan untuk mencari informasi  tentang sosok Mbah Min. Semoga saja besok-besok dapat infonya ^_^. 

Dapet apa dari Mbah Min? Dapet Bunga Kertas Romantis tentunya!! Ha5 Well, saya lebih menghargai orang-orang seperti Mbah Min yang masih berusaha, walaupun lelah, walaupun kepayahan, untuk memperoleh uang. Orang-orang seperti ini masih lebih mulia dari mereka yang cuma bisanya menadah tangan (padahal anggota tubuh lengkap tanpa cacat) dan yang bisanya hanya nyolong. Saat menulis tulisan ini, saya kemudian berpikir, di saat para koruptor bergelimang harta curian dan rampokan milik rakyat, masih ada rakyat-rakyat Indonesia seperti Mbah Min yang hanya mampu menggantungkan hidupnya pada tangkai-tangkai Bunga Kertas. IRONIS SEKALI!!





~Bunga Kertas Mbah Min~