Hi kekasih..
Rindu ini menanyakan mu..
Diri ku sendiri enggan memikirkan mu..
Tapi rindu ini tak kuasa menahan hasratnya..
Memikirkan mu..
Menanyakan mu..
Menunggu kabar mu..
Ah.. rindu ini memang selalu diluar kendali..
Baiklah..intronya cukup sekian.
Sejujurnya aku malu menuliskan ini..
Tapi rindu dan hasratnya terus saja
mendorong ku melakukan hal ini..
Melakukan apa..?
Menulis tentang apa yang tak
bisa terkatakan!!
Menulis tentang bagian-bagian hidup yang kau beri makna..
Namun belum bisa ku katakan..
Belum bisa kuceritakan..
Ah.. rindu ini memang menyiksa, Kasih...
Bibir ku kelu untuk mengatakannya..
Jari-jari ku bahkan terlalu kaku untuk mengajakmu bercerita..
Aku sendiri tak tahu entah
kenapa..
Keberanian ku ada di bawah titik 0 derajat celcius..
Membeku..
Keras dan dingin bagai bongkahan es..
Namun, hanya rindu ini yang cukup hangat..
Hasratnya bahkan memberanikan ku menulis semua ini..
Menulis semua yang tak terkatakan..
Dirimu, satu dari yang tak
pernah terpikirkan..
Dirimu adalah sebuah kebetulan..
Yang tak terbayangkan.. tapi ditakdirkan..
Ya, aku menyebutnya SERENDIPITY.
Kebetulan yang ditakdirkan..
Datang tak dijemput.. tapi tak pernah mau pulang..
Ah, dirimu itu SERENDIPITY bukan JALANGKUNG..
Hasrat ini merindukan bercanda dengan mu, Kasih..
Sebentar ku pejam mata ini..
Perlahan ku acak-acak lagi memori otak ku..
Mengingat semua rekaman peristiwa bersama mu..
Peristiwa yang sepertinya belum pernah ada..
Namun memberikan sejuta makna di hidup ku..
Hei, cuma kita berdua kan yang tahu rahasia ini?
17 Agustus itu Hari Kemerdekaan Indonesia kan?
Ya, kayaknya tanggal itu cukup bagus agar dirayakan seluruh rakyat
Indonesia.
Deal? Ya, Deal. Bagaikan kontrak kerja 2 perusahaan.
Lalu..
Kau mulai merasuki semua hidup ku..
Bahkan sampai di titik terliar ku..
Tak pernah ku katakan bukan, Kasih?
Ya, ku akui.
Sungguh kau ku kagumi..
Diluar semua kemanusiaan mu dan cela mu..
Cinta mu pada Tuhan mu sungguh membuat ku kagum..
Kau bahkan bagaikan sesosok Malaikat surga..
Dan menghadapkan mu dengan ku..
Bagaikan menghadapkan Malaikat dan Iblis..
Hati ku penuh kepahitan..kecemasan..rasa takut yang tak berbatas..
Jauh..jauh rasanya..
Tapi, Cintamu pada Tuhan mu..membuatku jatuh pada mu..
Kau, bagaikan Daud yang memukul kalah Goliath..
Perlahan menghancurkan monster dalam diri ku..
Dan akhirnya ku sadari..
Aku jatuh..
Jatuh hati pada Tuhan ku dan diri mu di saat yang bersamaan..
Kau bawa aku kembali ke Tuhan ku..
“Sukacita itu..harus dari dalam
diri...
Jadi, jika ada sesuatu yang buruk
terjadi..
Kita bisa tetap bersukacita..
karena sukacita kita dari dalam.. bukan dari luar..”
Masih tersimpan jelas dalam memori ku..
Lalu kau bilang..
“Buang semua kepahitan..karena
itu mencemari hati kita..
Ampuni semua yang menganiaya,
karena itu kewajiban kita..
Mengasihi adalah kewajiban dan keharusan..”
Kata-kata mu mampu menghipnotis semua sel otak ku..
Ironis bukan? Itulah keadaannya.
Aku bahkan kagum dengan keteguhan iman mu..
Cinta mu pada Tuhan mu.. membuat langkah mu serasa pasti..
Aku selalu bilang “You are on the
track”.. Ingat?
Kata-kata itu sebenarnya sedang menyindir diri ku..
Diri ku yang sedang luntang-lantung.. terombang ambing tak jelas..
Belum sanggup meneguhkan hati.. memilih jalan hidup yang harus
dilalui..
Di sini aku kemudian tersadar.. akulah yang meragu..
Bukan meragukan mu.. tapi meragukan jalan hidup ku..
Maafkan aku yang pernah meragu..
Lagi.. kupejamkan mata dan mengingat semua tentang mu..
Kau begitu mencintai si kulit bundar..
Bahkan kadang aku cemburu saat kau lebih perhatian padanya..
Mungkinkah kita bisa ke Rusia 2018 nanti? Ah, mimpi itu..
Oh iya, sekolah bola itu? Semoga menjadi kenyataan.
Kau motivator yang hebat..Mario Teguh sepertinya harus tahu itu..
Kau penyuka puding..warna biru..makanan mu harus berkuah..
Tapi, kau pelupa. Harus diingatkan beberapa kali.
Kau bilang, kau cuek. Tapi aku tak pernah percaya itu..
Aku lebih percaya, jauh dalam dirimu kau sangat peduli..
Kau bilang, mereka bilang kau tak peka..
Tapi aku percaya kau sangat peka..
Hanya saja..bagi mu..
Semua dalam hidup ini terlalu sederhana untuk diribetkan..
Yang terlalu memusingkan..tinggalkan saja..
Kau begitu kan, Kasih?
Mungkin tak banyak aku mengerti tentang mu..
Kasih...
Di penghujung tahun ini..
Ijinkan aku ucapkan Terima Kasih..
Entah berapa banyak Terima Kasih yang bisa ku ucapkan pada mu..
Terima kasih pada Tuhan mu..
Aku bersyukur.. Dia menghadirkan mu dalam hidup ku..
Di sini.. di penghujung semua ini..aku mengerti..
Tuhan mu menghadirkan mu dalam hidup ku..agar aku kembali kepada Tuhan
ku..
Agar aku mencintai lagi Tuhan kita. Tuhan yang tak pernah berhenti
mencintai ku..
You did it. Menyelamatkan satu jiwa yang hampir terhilang..
Aku kembali ke track ku.. Jalan hidup ku telah ku pilih, Kasih..
Berbagi bagi mereka yang membutuhkan..
Ada bagi mereka yang tertindas..
Dan menyatakan Kasih Tuhan kita bagi mereka yang terpinggirkan..
Cinta mu dan keteguhan Iman mu pada Tuhan, membawa ku kembali
pada-Nya..
Aku mengerti..itulah mengapa kita dipertemukan..
Selalu ada alasan Tuhan menghadirkan seseorang dalam hidup kita..
Inilah alasannya..alasan yang akhirnya kupahami..
Kini..
Ijinkan aku menghaturkan Maaf..
Maafkan aku yang banyak tak jujur pada mu..
Maafkan aku yang menggenggammu terlalu erat dan takut membebaskanmu..
Di penghujung semua ini.. Ku bebaskan kau pergi..
Menggapai semua impian dan mimpi mu..
Tuhan..akan memeluk semua mimpi..hasrat dan impian-impian mu..
Ladang mu telah menanti, Kasih. Banyak tuaian yang harus kau tuai..
Tangan Tuhan akan menggenggam mu erat..
Roh-Nya akan menuntun langkah mu tetap..
Dan doa ku menyertaimu dalam senyap..
Yakin ku.. esok hari kau akan jadi Prianya Tuhan yang hebat..
Pergilah.. Kasih..
Jalanilah tahun yang baru dalam hidupmu..
Tuhan mengasihimu.
NB: Jangan lupa minum air putih
dan baca Firman Tuhan.
4 comments:
T_T
[tak tau mau bilang apa]
berdoa saja... Tuhan-mu dan Tuhan-nya tau harus bagaimana
TUHAN kita selalu tahu yg terbaik :)
Post a Comment