Dahulu kala saat saya masih duduk di bangku
sekolah dasar, saya sering merasa risih dengan nama saya. Penulisan nama saya
seharusnya “DEISY”, tapi entah kenapa saat itu saya merasa nama itu agak
sedikit lebay. Ya mungkin karena pengucapannya agak kebarat-baratan gitu ya, 11
12 lah sama “DAISY”. DAISY diterjemahin
ke Bahasa Indonesia menjadi DEISY. Ya katakan sajalah begitu. OK, jadinya saya
melakukan reformasi kecil-kecilan terhadap nama itu. Tiap ulangan, tiap nulis
nama di buku atau apa aja yang butuh menuliskan nama, saya ubah nama saya
menjadi DESSY. Well, Indonesia banget.
Padahal jelas nama itu beda sama birth
certificate saya. Barangkali juga karena saya ga suka jadi pusat perhatian,
jadi saya pengen nama yang pelafalannya common
aja seperti orang Indonesia pada umumnya, ga perlu kebarat-baratan. Lebay juga saya
waktu itu. Haaaa
Pas masuk SMP,
ternyata banyak banget siswa yang
namanya DESY,DESI,DESSY,DESSI, dan versi-versi lainnya, yang kalo dilafalin tetep sama
bunyinya empat huruf D E S I. What? Duh saya yang mulai beranjak remaja dan
sedang mencari jati diri waktu itu, tiba-tiba merasa risih lagi. Koq pasaran
banget, gimana dong biar beda. Ternyata di masa ini saya pengen beda, ga mau
sama kayak orang kebanyakan. Well, akhirnya saya balik lagi ke asal muasal nama
saya, yang kalau dibaca agak kebarat-baratan gitu. DEISY. Jadi kalau dilafal ga
Cuma 4 huruf DESI, tapi 5 huruf DEISY, ada I nya di tengah. Akhirnya beda sama DESI-DESI pada umumnya. Sampai
sekarang setelah saya menemukan jati diri, saya tetap menggunakan DEISY.
Hahahaha
Orang tua saya ga
pernah jelasin kenapa saya dikasih nama kayak gitu. Tapi asumsi saya, karena
saya lahir di bulan Desember. Jadi biar ga susah-susah, DEISY aja. Ya ada
unsur-unsur Desember gitu. Entah iya
entah ga, sampai sekarang ga bisa saya klarifikasi ke orang Tua. Tapi suatu waktu saat saya ada di Negeri
Singa, ada kayak gini neh :
Saya kemudian teringat akan sejenis bunga yang oleh Westerners disebut "DAISY". Kalau dalam bahasa Indonesia sih diterjemahin Bunga Aster. Tapi ternyata setelah saya googling kanan kiri , DAISY tu salah satu species dari kelompok aster-asteran ( Asteraceae family). Jadi DAISY tu beda sama bunga aster di Indonesia. Karakterisik utama DAISY tu bentuknya seperti bunga matahari, tapi kecil. umumnya berwarna putih yang terdiri dari lima petal masing-masing barisnya, yang mengelilingi lingkaran berwarna kuning di tengahnya. Kayak gini penampakannya :
DAISY mudah hidup dimana saja dan sangat cepat pertumbuhannya. DAISY bisa tumbuh dengan cepat bahkan di tanah yang kering. Oleh karena itu banyak orang yang menyukai bunga ini untuk menghiasi halaman rumah. Nah, sebutan DAISY oleh westerners tu ternyata plesetan dari "Day's Eye". Kenapa sebutan Day's Eye? Karena bunga ini selalu mekar saat matahari terbit, dan akan menguncup lagi saat matahari tenggelam. DAISY dalam bahasa latin disebut Bellis Perennis. Bellis artinya cantik/manis dan Perennis artinya kekal/abadi. Bunga ini memiliki periode hidup yang cukup lama hingga mahkota bunganya gugur. Bahkan beberapa jenis DAISY biasanya diawetkan dengan cara dikeringkan sehingga tahan sangat lama. DAISY sendiri oleh westerners melambangkan purity and innocence karena biasa bunga ini dikaitkan dengan anak-anak.
Well, itulah characteristic and meaning dari DAISY. Jadi jangan heran kalau karakter saya ga jauh beda sama bunga ini. Bisa hidup di mana saja, dan bisa bertumbuh dengan cepat. Hey, saya mau bilang kalau ternyata nama kita itu berpengaruh terhadap karakter pribadi kita. Ucapan apalah arti sebuah nama sepertinya harus ditinjau ulang deh. Salam manis dari DEISY.
Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Bellis_perennis#cite_note-10
http://en.canadianflowerdelivery.com/flower-meaning/daisy.aspx



No comments:
Post a Comment