7.11.11

Sebuah Cerita,Sepenggal Canda dan Segelak Tawa

Tak pernah ku bayangkan bakal kenal kamu. Bayangkan aja ga pernah, apalagi mimpi. Awalnya aku tak tahu siapa kamu, tinggal dimana, kerjaannya apa, hobbynya apa dan sebagainya. Ya, aku benar-benar tak mengenal mu. Kau adalah sebuah rahasia bagi ku!! Bahkan untuk sebuah nama asli pun.. itu sebuah rahasia!! Yang aku kenal, kau hanya sesosok avatar pria di sebuah situs pertemanan.

"Apa tuh di tangan? Ban mobil ya?" Pertanyaan ini dengan spontan ku tanyakan ketika melihat mu dengan sebuah barang di tangan yang mirip ban mobil ketimbang sebuah senjata. Ya, inilah yang mengawali percakapan kita. Sejak saat itu, kau dan aku sering bercerita, mendengar suara merdu Alicia Keys, bercanda, dan tertawa. Tapi, tetap saja aku tak tahu siapa kamu.

Terkadang di depan mereka, kau meledek ku dengan semua ledekan yang senang kau lontarkan. Dari pembantu, tukang makan mangkok, sampai tukang ngepet. Tapi, itu semua tak pernah ku hiraukan. Tak masalah kau meledek ku dengan semua gelar itu, karena saat berdua bersama mu, kau begitu manis. Tak pernah sebuah ledekan pun kau lontarkan. Aku tak mengerti.. apakah kau memiliki kepribadian ganda??...

Hampir tiap hari dalam beberapa bulan itu kau selalu menghiasi malam-malam ku. Mata ini akan tetap terjaga saat kita bercerita, bercanda dan tertawa. Ya, kecuali beberapa kali aku harus tidur lebih awal karena kebiasaan tidur pagi ku berdampak buruk. Tapi, lagi-lagi aku tak pernah tahu siapa kamu sebenarnya. Bahkan untuk sebuah nama asli! Pernah kupikirkan, tak sempat ku katakan walaupun ingin ku katakan, tak adil! Kau tahu siapa nama ku, dan aku tak tahu siapa nama mu. "Panggil saja id ini", begitu yang selalu kau katakan, tiap kutanya nama mu.

Ya, sepertinya nama mu begitu mahal untuk disebutkan. Sampai suatu saat, ketika aku pertama kali mendengar suara mu. Tak pernah ku katakan kalau aku gugup, bukan? Aku takut, apa yang harus ku katakan, apa yang harus ku bicarakan? Kira-kira kita akan bercerita tentang topik apa ya? Selama ini percakapan kita bisu. Dan sekarang percakapan ini akan diberi suara. Akankah percakapannya nanti seseru percakapan bisu kita? Walaupun ragu, aku tetap menjawab telpon mu, karena aku menghargai kesediaan mu menelpon. Terima Kasih!!

Ternyata kenyataannya tak seseram ketakutan dan kegelisahan ku. Percakapan suara kita masih tetap seseru percakapan bisu kita. Dan Finally, akhirnnya nama yang mahal itu diobral juga. Ha5 Yup, walaupun dengan sedikit desakan, akhirnya nama mu ku ketahui juga. "Ya, orang tua dah malas ngasih nama, makanya ngasih itu aja", kata mu. Ha5 lucu! Koq lucu? Iya, karena nama ku juga diberikan dengan cara yang sama, based on the month when I born!! Jadi intinya, orang tua kita ga mau susah-susah nyari nama ya? Mungkin aja begitu. Itu urusan mereka!!

Ok, nama...check... yang lain? Tetap aja masih rahasia. Lelaki misterius, pikir ku!! Well, percakapan bisu kita tetap dilakukan, dan begitu pun percakapan suara kita, walaupun tak seperti jam buka Apotik 24/7. "It's just about time"!! Yep, hanya masalah waktu sampai aku akhirnya tahu, nama kamu, dimana kamu tinggal, kamu kerjanya apa, hobinya apa, bagaimana kehidupan mu dan lain sebagainya, walaupun sampai sekarang aku belum tahu pasti wujud mu seperti apa.. ha5 Tetap, terima kasih untuk sebuah foto yang kau berikan. "Jari-jari mu gemuk", komentar pertama ku saat melihat foto itu.

Singkat kata singkat cerita, ternyata percakapan bisu kita agak berdampak buruk. Dan saat hal itu terjadi, kau memutuskan untuk mengurangi percakapan itu. Sebenarnya aku merasa sedih jika kehilangan cerita-cerita mu. Tapi itu keputusan mu, tak berhak aku melarangnya. Saat itu, kupikir cerita-cerita kita telah berakhir. Tak akan ada lagi cerita, bercanda dan tertawa bersama mu. "The End" untuk cerita-cerita kita.

Faktanya, apa yang kita pikirkan belum tentu sejalan dengan kenyataan. Ya, saat itu kupikir aku tak bisa lagi bercerita, bercanda dan tertawa bersama mu. Kenyataannya, sampai aku menulis tulisan ini, aku masih bisa bercerita, bercanda dan tertawa dengan mu, walaupun tetap tak seperti Apotik 24/7.

Aku senang bercerita, bercanda dan tertawa dengan mu. Aku senang, ada yang bisa diejek dan dihina, karena ku tahu, kau tak akan marah untuk semua ejekan dan hinaan ku. Begitu pun sebaliknya, aku tak akan marah jika kau ejek dan kau hina, karena ku tahu semuanya itu tak sungguh-sungguh kau katakan. Hanya bercanda bukan?? Ya, temanya bercanda. Masa bodoh, jika itu juga sungguh-sungguh kau katakan. Aku tak peduli! Karena aku tetap yakin kau tak sungguh-sungguh mengatakannya. Ha5

Tak kusangka kita punya banyak bahan cerita untuk diceritakan. Masalah game, film, hidup, teman, masa kecil, keluarga, hobi, apa saja yang bisa diceritakan, akan menjadi topik pembicaraan kita. Walaupun jujur harus ku akui, terkadang aku lebih mendominasi pembicaraan kita. Maafkan aku!! Ha5 Saat salah satu dari kita telah lelah bercerita, maka iklan ind**ie pun menjadi solusinya, "Ini cerita ku, mana cerita mu?". Versi bahasa Inggrisnya yang ku gunakan di awal blog ini. Ya, terinspirasi saat bercerita dengan mu.

Senang rasanya tertawa lepas dan mendengarmu tertawa lepas. Seolah-olah tak ada hal lain yang bisa terjadi dalam hidup ini, selain tertawa dan tertawa. Itu yang kurasakan, tak tahu apa yang kau rasakan. Atau karena aku memang gila?? Ya, saat bercerita, bercanda dan tertawa bersama mu, membuat ku lupa bahwa ada banyak hal buruk yang terjadi dalam hari-hari ku. Namun, sering terlintas dalam pikiran ku, sampai kapan kita dapat bercerita, bercanda dan tertawa seperti ini? Mustahil jika jawabannya selamanya.

Aku bukan siapa-siapa bagi mu. Dan kau, bagaikan seorang asing yang baru saja mampir dalam hari-hari ku. Tapi, kau telah membuat jejak-jejak cerita, canda dan tawa di atas pasir pikiran ku. Terima kasih telah bercerita, bercanda dan tertawa bersama ku. Kita tak pernah tahu sampai kapan ini akan berlanjut. Tapi, jika nanti suatu saat, ketika kita telah sibuk dengan kehidupan kita masing-masing, dan mungkin tak punya cukup waktu lagi untuk bercerita, bercanda dan tertawa bersama, ingatlah ada seseorang yang pernah mampir dan mengejek mu, menghina mu, menertawakan mu dan memanggilmu udin, perut karung..apalagi ya..sedikit panggilan mu yang kupunya..!! Dan aku akan mengingat ada seseorang yang memanggil ku Unyil, Kades, Ting ting.. apalagi ya.. kebanyakan makanya ku lupa!!

Semoga kita masih bisa terus bercerita, bercanda dan tertawa bersama!!
INI CERITA KU, MANA CERITA MU??


No comments: