
Pasti ga ada yang bertanya ngapain aQ susah payah ke ibukota, pakai acara numpang segala lagi... hahaha iya semoga aja ga ada yang nanya ya :) Well, thesis ku harus ku selesaikan.. dan ke ibukota lah harus ku tempuh untuk mengumpulkan apa saja yang bisa kukumpulkan (baca: data) hahaha.. Berbekal semangat dan niat yang kuat, ditemani sebuah ransel yang berisikan peralatan perang (laptop,hp,dompet,buku,lembaran-lembaran kertas) dan sebuah tas merah-biru yang berisikan pakaian, aku melangkahkan kaki ku meninggalkan Salatiga.
Tanggal 18 Agustus, sehari setelah hari kemerdekaan RI, dengan Bus PATAS AC aku berangkat meninggalkan Salatiga menuju Stasiun Tawang, stasiun kereta di Semarang. Tak terduga, ternyata Bus yang ku tumpangi melewati TOL dan itu berarti tidak melewati stasiun Tawang. Ah sial, pikirku saat itu. Sebelum menuju terminal, aku memutuskan turun dan mencari tumpangan kembali ke stasiun Tawang. Setelah dipikir dan melakukan tawar menawar dengan seorang tukang ojek, akhirnya ia bersedia mengantarkan ku ke Stasiun Tawang dengan ongkos 20rb rupiah. Tak apalah, daripada aku harus terlambat kereta hanya karena tawar menawar ongkos ojek hahahha. Di atas motor terjadi sebuah percakapan singkat antara aku dan si tukang ojek yang agak menggelikan bagi ku. Begini ceritanya
TO: Mau kemana mbak?Aku pun bergegas melangkah meninggalkan bpk si tukang ojek dan masuk ke stasiun. Pekerjaan pertama yang harus ku lakukan adalah menukarkan tiket yang ku beli di Salatiga, karena tiket yg ku beli di Salatiga adalah e-ticket jadi harus ditukarkan dengan tiket yang asli. Well, setelah menukarkan tiket, dengan sempoyongan aq membawa tas merah-biru ku yang memang cukup berat. Berisi pakaian yang kupersiapkan untuk sebulan hahahhaha. Memasuki peron kereta ternyata sudah banyak penumpang yang menunggu. Pukul 12.00 jadwal keberangkatan kereta Argo Anggrek yang akan kutumpangi, dan saat ku lirik jam tangan ku.. huftttt.. aku harus menunggu lagi sejam lamanya..karena sekarang baru pukul 11.00. Ku pilih kursi yang agak sepi, kuletakan tas dan ransel ku, dan kemudian kunikmati sebotol aqua penghilang dahaga. Aq tidak berpuasa, so ga akan di fatwa MUI jika meneguk aqua di siang hari hehehe :)
AQ: Ke Jakarta Pak
TO: Dari mana?
AQ: Dari Salatiga Pak
TO: Ooo..ngapaian ke Jakarta? asli Jakarta ya?
AQ: Ada urusan pak. Aq asli Ambon koq pak.
TO: Ooo Ambon. Blasteran ya? Siapa yang ambon, Ibu atau Bapak?
AQ: Pikirku dalam hati, wew blasteran hahaha blasteran ntu kalo ada darah bule ya... ini ga ada sama sekali hahaha Kemudian ku jawab, orang tua ku asli Ambon dua-duanya koq Pak, kuliah aja di Salatiga.
TO: Ooo...kemudian terdiam si tukang Ojek sampai di Stasiun Tawang
Saat tiba di stasiun tawang, aq kemudian membuka helm ku, dan turun dari motor si tukang ojek..Saat akan membayar, bpk si tukang ojek menatap ku dan kemudian berkata
TO: Mbak.. koq ga mirip orang Ambon. Rambutnya ga keriting, kulitnya jg ga item banget..malah mirip orang Jawa.. manis..
AQ: Setengah tersipu karena di bilang manis dalam hati ku berkata, bukan bpk koq orang pertama yang berkata begitu hahaha..Aq asli Ambon koq pak, ibu bapak Ambon, mungkin kebetulan az wajah ku mirip orang Jawa,begitu jawaban ku kepada bpk si tukang Ojek untuk meredakan rasa penasarannya akan kontrasnya asal usul dan keadaan wajah ku hahahaha
Saat berada di peron kereta, melihat rel-rel tua yang berwarna hitam.. tiba-tiba aq teringat lagunya Ello..Kereta itu membawa hati ku..kereta itu membawa hidup ku// perlahan senja menenggelamkan sluruh hidup ku hahhaha mellow jadinya saat itu. Tepat pukul 12.00, kereta Argo Anggrek dari Surabaya tujuan Jakarta pun tiba. Ku cari gerbong ke-4 dan dengan sigap ku naikan tas ku dan kemudian berjalan menyusuri gerbong mencari t4 duduk yang sesuai di ticket ku. Sialnya, ternyata t4 duduk ku yang dekat jendela telah ditempati seorang lelaki berkulit gelap dan berwajah sangar yang sedang terbuai dalam tidurnya tanpa menyadari kehadiran ku yang setengah dongkol terhadapnya. Dengan setengah kecewa aku pun meletakan tas merah-biru ku di bawah kursi, dan merebahkan tubuhku ke kursi sambil berdoa semoga lelaki di samping ku ini bukan lah seorang preman yang jahat. Saat aku sedang membetulkan posisi ku di kursi, tiba-tiba seorang lelaki lainnya di kursi seberang meneriaki lelaki di samping ku. Tony, woe bangun..se tinggal tidor sa.. Ah, bahasa-bahasa itu terdengar familiar di telinga ku.. hahahha ternyata mereka orang Ambon juga, pikir ku dalam hati. Meskipun demikian, selama perjalanan aku sama sekali tidak berbicara atau mengeluarkan sepatah kata pun. Mungkin karena wajah ku yang seperti orang Jawa (kata bpk si tukang ojek-hahahha) maka aku pun sama sekali tidak dipikir sebagai orang Ambon. hahhahaha Mudah menyamar ^^,Selama 6 jam lebih waktu yang ku lewatkan di atas kereta. Mulai dari membaca buku, dengar lagu, tidur, bangun, membaca buku lagi, dengar lagu lagi, semua berhasil kulakukan dalam jangka waktu 6 jam itu. Pukul 18.45 menit, kereta yang ku tumpangi tiba di stasiun terakhir yaitu stasiun Gambir. Sambil menjinjing tas merah-biru ku dan menggendong ransel ku, ku melangkah sambil membatin Jakarta... I'm coming.
Banyak kisah yang terjadi setelah aku menjejakan kaki di Stasiun gambir. Namun, jam laptop ku menunjukkan pukul 2.50, dan itu berarti aku membutuhkan istirahat. Teman ku tidak pulang lagi malam ini, dan aku sendirian di kamarnya. Ingin ku kerjakan beberapa hal yang harus ku kerjakan, namun tampaknya itu tak akan mudah. So, sebaiknya ku cukupkan untuk malam ini dan akan melanjutkannya besok. Guys, cerita ku bersambung sampai di sini ya.. semoga besok punya kesempatan untuk melanjutkannya lagi. Hey, selamat pagi dunia. Aku sedang merindu ^^,
2 comments:
lebay jeng..... yang melow2 pake ditulis segala....
well, petualanganmu yang baru dimulai lagi nih... met berpetualang n tetap jadi deisy nathalia ambon ya.... hahahaha
jiayou!!!
hahhaha... ih belom sempat ada Ke Jakarta 2 hahahhaha.. malah su balik kandnag hahahha ^^, makasih rahel!! muahhhhhhhhhhh
Post a Comment