Keluar
dari sebuah zona nyaman memang selalu tak menyenangkan. Berasa seperti nano-nano, manis asam asin
rame rasanya. Tapi jika ini sebuah keharusan, mau tak mau kita harus menikmati
rasa nano-nano ini. Kemarin saya harus meninggalkan sebuah zona nyaman setelah
9 tahun saya nikmati. Zona nyaman yang saya sebut “kost”. Ya, setelah 9 tahun
menjadi anak kost, kemarin saya melepaskan gelar itu.
Terkadang
saya merasa, hak pribadi saya dirampas. Setelah 9 tahun memiliki kamar pribadi
yang tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, sekarang harus mengikuti
aturan-aturan yang berlaku di rumah. Mau
kemana-mana harus laporan dulu. Beda sama masa anak kost, mau kemana asal kaki
melangkah, silahkan saja. Dulu mau tidur
jam berapa, mau bangun jam berapa, mau makan jam berapa, mau mandi jam berapa
tak pernah ada yang protes. Suka-suka
saya saja. Sekarang, jam 12 masih tongkrongin tv udah di omelin. Jam 7 pagi
belum bangun, sudah diteriakin. Jam 5 sore belum mandi, udah ditarik-tarik
masuk kamar mandi (eh, gak sampe ditarik-tarik
juga kali) -_-. Pokoknya semua ada aturannya.
Entah,
harus merasa senang atau sedih. Ya gitu, rasanya nano-nano, manis asam asin
rame rasanya. Di satu sisi berasa ada
yang perhatiin kalau belum makan, trus diteriakin. Tapi kadang berasa kebebasan
saya dijajah juga. Saat ingin nonton film jam 1 malem, udah disuruh tidur. Yang
parahnya, kalau telponan masih sering “dikupingin”. What??????? Saya umur 26
tahun sekarang!! Masa telponan sama teman atau cowok tak boleh juga? Kadang pengen teriak give me back my freedom!! Hahaha lebay dikit. Tapi, ini yang
namanya pilihan. Tak mungkin saya harus hidup terus di kostan. Mungkin juga
sih, tapi isi kantong tak memungkinkan. Hahaha.
So? Mau tak mau, suka tak suka, it
is a must!! Iya, ini keharusan!! Tak bisa ditawar-tawar.
Sepertinya
nikmati aja. Di protes-protes bagaimana
pun, tak akan merubah keadaan. Saat ini keadaannya sedang seperti ini. Yang bisa dilakuin hanya nikmati, adaptasi,
dan cepat cari kerja.. biar segera move
out dan dapat kebebasan lagi. J
Saat keadaan sedang tak menyenangkan,
nikmati saja. Biar punya cerita. Kalau hidup menyenangkan terus, kayaknya
monoton. Perlu ada yang tak menyenangkan biar kelihatan dinamika hidupnya.
Hahaha Beginilah kata-kata pengharapan
bagi mereka yang hampir putus asa!! Tak mengapa, biar tak jadi putus asa!!
Well,
selamat Tinggal 9 tahun penuh kenangan!!
Selamat tinggal kamar penuh cerita.
Jujur neh, dari cerita yang baik-baik sampai cerita yang buruk-buruk
pernah tercipta di kamar itu. J Kalau dinding bisa bercerita, mungkin sejuta
cerita akan diceritakannya. Sampai nanti, entah kapan akan saya kunjungi lagi.
Semoga penghuni baru mu, akan mencintai mu sebagaimana saya mencintai mu J

