23.8.13

..Yang Nyata..

Haruskah aku mencintai mu?
Haruskah aku menyayangi mu?
Tanya ku saat mulai mengenal mu..
Tapi, aku sangsi!!
Kisah kita bahkan mungkin tak tertulis dalam takdir..
Terjadi begitu saja..

Bak kilatan cahaya..
Tiba-tiba..
Antara kedipan mata dan helaan napas ku..
Kau hadir..
Mengisi kekosongan hati yang rapuh..
Mengganti dia yang perlahan ku tinggalkan..

Tapi..
Ku temukan dia kembali dalam diri mu..
Lalu..
Kunikmati..
Tertawa bersama mu..
Bercanda dengan mu..
Semua yang dulu kulakukan bersamanya..
Bedanya..
Kau nyata..
Bisa ku sentuh..
Bisa ku dekap..
Bisa ku cumbu..
Bukan utopia dalam penantian panjang ku..

Hari-hari ku indah..
Penuh warna bak bianglala di birunya langit..
Sosok lelaki tua yang dulu kucari dalam dirinya..
Kini kutemukan kembali dalam diri mu..
Membangkitkan kembali asa yang perlahan ku kubur dalam kenangan..
Aku bahagia..
Ya.. ku akui..
Aku bahagia..

Lalu..
Waktu seakan kembali mempermainkan perasaan ku..
Tanpa peduli.. terus bergulir..
Mengharuskan aku mengucapkan selamat tinggal..
Meninggalkan bahagia yang baru kurengkuh..
Meninggalkan diri mu yang baru saja ku sayang..
Perih memang..
Tapi ini keharusan..demi masa depan..

Kini.. di sini..
Aku menulis untaian kata ini..
Akhirnya ku sadari..Aku menyayangi mu..
Tulus ku katakan..
Ternyata kata-kata ketus mu mampu membuat ku merindu..
Emosi mu yang meledak-ledak itu..
Selalu membuat ku ingin menenangkan mu..
Ingin rasanya kembali memeluk dan mendekap mu..
Mengucapkan aku menyayangi mu dan tak ingin melepaskan mu..

Tapi aku memilih tak egois..
Saat ini..aku memilih menyayangi mu..
Tapi tak ingin memiliki mu..
Membiarkan jiwa muda mu bertualang..
Bak rajawali muda yang bebas mengepakkan sayapnya..
Kemana pun kau mau.. terbanglah..
Kau bebas menyayangi ku..atau pun tidak..
Kau pun bebas menyayangi  dia..dan dia-dia yang lain..
Tak sedikit pun niat ku mengurung mu dalam sangkar emas..
Bebaslah..
Saat sayap-sayap mu masih kuat dikepakkan..
Terbanglah..
Namun, saat  kau tak berdaya lagi mengepakkan sayap mu..
Pulanglah..
Aku masih menunggu..
Menunggu saat aku ingin memiliki diri mu seutuhnya..

Ingatlah..
Aku menyayangi mu..
Meski tak banyak kisah yang kita ukir bersama..
Ingatlah..
Jika suatu saat nanti kau tak ingin pulang pun..
Aku tetap menyayangi mu..
Karena kau yang nyata diantara dia yang tak nyata..
Terima Kasih..



#fiuh# 132208

19.8.13

#Quote 5

Maaf jika hati ini salah!! Aku hanya tak kuasa menyayangi dan membenci mu secara bersamaan.

13.7.13

GoodBye My Room..GoodBye My Freedom!!

Keluar dari sebuah zona nyaman memang selalu tak menyenangkan.  Berasa seperti nano-nano, manis asam asin rame rasanya. Tapi jika ini sebuah keharusan, mau tak mau kita harus menikmati rasa nano-nano ini. Kemarin saya harus meninggalkan sebuah zona nyaman setelah 9 tahun saya nikmati. Zona nyaman yang saya sebut “kost”. Ya, setelah 9 tahun menjadi anak kost, kemarin saya melepaskan gelar itu.

Terkadang saya merasa, hak pribadi saya dirampas. Setelah 9 tahun memiliki kamar pribadi yang tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, sekarang harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku di rumah.  Mau kemana-mana harus laporan dulu. Beda sama masa anak kost, mau kemana asal kaki melangkah, silahkan saja.  Dulu mau tidur jam berapa, mau bangun jam berapa, mau makan jam berapa, mau mandi jam berapa tak pernah ada yang protes.  Suka-suka saya saja. Sekarang, jam 12 masih tongkrongin tv udah di omelin. Jam 7 pagi belum bangun, sudah diteriakin. Jam 5 sore belum mandi, udah ditarik-tarik masuk kamar mandi  (eh, gak sampe ditarik-tarik juga kali) -_-. Pokoknya semua ada aturannya.

Entah, harus merasa senang atau sedih. Ya gitu, rasanya nano-nano, manis asam asin rame rasanya.  Di satu sisi berasa ada yang perhatiin kalau belum makan, trus diteriakin. Tapi kadang berasa kebebasan saya dijajah juga. Saat ingin nonton film jam 1 malem, udah disuruh tidur. Yang parahnya, kalau telponan masih sering “dikupingin”. What??????? Saya umur 26 tahun sekarang!! Masa telponan sama teman atau cowok tak boleh juga?  Kadang pengen teriak give me back my freedom!! Hahaha lebay dikit. Tapi, ini yang namanya pilihan. Tak mungkin saya harus hidup terus di kostan. Mungkin juga sih, tapi isi kantong tak memungkinkan. Hahaha.  So? Mau tak mau, suka tak suka, it is a must!! Iya, ini keharusan!! Tak bisa ditawar-tawar.

Sepertinya nikmati aja.  Di protes-protes bagaimana pun, tak akan merubah keadaan. Saat ini keadaannya sedang seperti ini.  Yang bisa dilakuin hanya nikmati, adaptasi, dan cepat cari kerja.. biar segera move out dan dapat kebebasan lagi. J  Saat keadaan sedang tak menyenangkan, nikmati saja. Biar punya cerita. Kalau hidup menyenangkan terus, kayaknya monoton. Perlu ada yang tak menyenangkan biar kelihatan dinamika hidupnya. Hahaha Beginilah kata-kata pengharapan bagi mereka yang hampir putus asa!! Tak mengapa, biar tak jadi putus asa!!


Well, selamat Tinggal 9 tahun penuh kenangan!!  Selamat tinggal kamar penuh cerita.  Jujur neh, dari cerita yang baik-baik sampai cerita yang buruk-buruk pernah tercipta di kamar itu. J  Kalau dinding bisa bercerita, mungkin sejuta cerita akan diceritakannya. Sampai nanti, entah kapan akan saya kunjungi lagi. Semoga penghuni baru mu, akan mencintai mu sebagaimana saya mencintai mu J

~My Lovely Room~

~The Handprint has made by paint, hand and FRIENDSHIP~

4.5.13

..Aku Berhenti..Bahagialah!!

Aku bercerita lagi..
Dan entah untuk kesekian kalinya.. aku masih terus bercerita tentang kamu..
Kenapa?
Ini selalu kupertanyakan.. kenapa aku masih terus bercerita tentang kamu?
Apa yang membuat kamu terus menempel di labirin-labirin otakku?

Di saat aku kesal, kecewa, marah, dengan semua perlakuan mu..
Ku putuskan untuk pergi meninggalkan mu..
Tapi? Apa? Aku kembali juga pada mu..
Kembali pada semua hal semu yang begitu ku nikmati..

Tanpa kau dan aku sadari.. hati ini terluka..
Aku pun bahkan tak menyadari..
Luka ini terlalu nikmat..
Ya, terlalu nikmat!! Kuakui itu!!
Tapi, hanya luka yang tersisa sore ini.. tanpa kenikmatan..

Di sini.. di tepi ranjang ini.. dalam gelapnya malam..
Ingin ku katakan untuk sekian kalinya lagi..
Aku sayang kamu..
Sungguh..
Naif memang..
Tapi itulah yang kurasakan..
Bodohnya aku bukan?
Tapi aku tak sanggup menipu diri sendiri..
Tak sanggup lagi..

Aku mencoba berdiri pada pijakan kaki mu..
Mencoba merasakan apa yang kau rasakan..
Mungkin aku salah.. mungkin aku keliru..
Tapi cinta yang lalu masih sulit kau lupakan..
Aku tak pernah menyalahkan mu.. aku tak ingin menghakimi mu..
Karena kau punya hati..hati yang tak bisa dipaksakan..

Lalu aku harus memilih..
Ku pilih kau bahagia..
Tak ingin lagi aku menjadi parasit dalam hidup mu..
Yang terus merongrong kebahagiaan mu..
Kamu berhak bahagia yank..
Dan itu tak mungkin bersama ku..
Terlalu lebar jurang diantara kita..
Aku pesimis..

Tak mengapa terluka.. aku sudah terbiasa terluka..
Kau bilang aku cukup tegar bukan?
Dan sekarang aku ingin menunjukkan pada mu bahwa.. aku cukup tegar untuk membiarkan mu bahagia..
Bahagialah...
Ku titipkan nama mu di setiap doa ku..
Semoga kau sehat selalu.. kau banyak rejeki.. dan kau enteng jodoh.. itu yang selalu kau inginkan bukan?
Aku merindukan tertawa bersama mu..
Sisakan segelak tawa untuk ku.. jika suatu hari kita bertemu.. kapan? entahlah..

Kau.. kisah yang tak pernah terpikirkan.. tak pernah terbayangkan.. namun akan selalu kuingat..
Aku akan berhenti berharap memiliki mu..
Aku akan berhenti berharap menikmati secangkir kopi hangat sambil bersandar pada mu saat menonton beberapa buah film..
Aku akan berhenti berharap menoleh pada mu dan berteriak yank, udin, juga perut karung..
Aku akan berhenti berharap duduk bersama mu di tepian ranjang dan memperdebatkan hal-hal yang bisa kita perdebatkan..
Aku akan berhenti berharap menatap senja dan tertawa bersama mu..
Dan, aku akan berhenti berharap berdiri di depan mu.. menatap mu.. dan bilang Aku sayang pada mu..
Tapi.. aku tak akan berhenti berharap kau bahagia selamanya..
Bahagialah kasih..

25.4.13

Saya dan cerita-cerita kemarin!!


Hiyaaaaaa... guys..!!  Apa kabar? Kayaknya tak pernah dijawab bila ditanya kabarnya? Tapi gpp, saya akan terus bertanya kabar kalian ^^, I hope you all doing good.

Well, sudah sebulan resmi menjadi PENGACARA!! Pengangguran Banyak Acara!! Acaranya juga banyakan di kost aja. Ternyata nyari kerja ga semudah dibayangkan. Ada lowongan, eh malah ga minat, atau ga sesuai sama bidang keahlian.  Alhasil? Sampai sekarang masih jadi pengacara.
Jadi, mengisi waktu kosong yang ada.. saya mulai mengais-ngais lagi lembaran warna-warni, bersama helai-helai  benangnya yang lama telah saya tinggalkan dalam kotak tua. Memainkan jari-jari saya lagi supaya tak kaku. ^^, Iya, dulu saya senang menjahit kain-kain flanel menjadi  bentuk-bentuk indah dan cantik. Namun karena banyak hal yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu, akhirnya “mereka” saya tinggalkan. Nah, karena semakin sedikit hal yang saya lakukan sekarang, saya kembali menemui “mereka”. Inilah penampakan mereka :


Inilah kesibukan saya 2 minggu terakhir setelah kembali dari Jakarta. (Eh, iya saya belum menceritakan pengalaman seminggu di Jakarta. Ah, ntar saya hadiahkan foto-foto aja untuk dinikmati ya guys. ^^, )
So, beginilah kegiatan saya sekarang. Mempraktekan jurus menjahit yang dulu saya dapatkan di bangku SD dan SMP hahaha. Kalau sudah banyak hasil karyanya, saya bikin pameran ntar ya guys hahhaha. Pameran di blog. ^^, Then? Sekian dan terima kasih. Ooops.. lupa satu.. doain saya cepat dapet kerjaan ya T.T persediaan duit menipis T.T


Akhirnya saya berhasil melihat monas dari dekat, dan berhasil berfoto bersama monas hahaha. Sumpah!! Berasa katro banget!! Apalagi pas minta dianterin teman saya ke monas malem2 neh. Tapi gpp, jadinya kalo cerita monas udah pernah liat dari jarak deket, daripada yang banyak omong monas tapi ga pernah ke sana sama sekali. ^__^  Gigi saya tak kalah bersinar seperti Monas ^___^

Gila, maknyossssssss banget!! Namanya roti Prata Keju Cokelat Susu!  Suguhan lezat di kedai kopi Pak Bondan  Winarno "Maknyooos Top Markotop", yang bernama kedai Kopitiam Oey di daerah Sabang, Jakarta. Pengen nambah sebenarnya, tapi ya apa daya tak punya duit. Hahha Ini juga ditraktir teman. Oh iya.. roti cane kari ayam juga maknyoss!! Kedainya benar-benar eksotis bernuansa china tempoe doloe!! Recomended guys!!

Ini akibat KORBAN IKLAN!! Gara-gara liat iklan Tango yang baru di TV, akhirnya penasaran dan berburu Chrunchy Tango yang baru. Dapetnya di Cempaka Farmers Market. Well, bekal buat balik ke Kampung neh. Enak juga!!
Ini namanya Mogu-mogu. Minuman nata de coco dengan rasa leci, asli Thailand diimport Indomaret.  Dibeli teman saya waktu di Jakarta dan ternyata membuat saya ketagihan. Nyampe di kampung saya nyisir Indomaret dan akhirnya menemukannya. Saya beli 4!!! hahahah 

Apaan colokan nongkrong di sini???? Apa hubungannya sama Jakarta?? Iya, saya barusan beli catokan baru di Jakarta. Eh, nyampe kostan colokannya pipih ternyata. Ga jadi nyatok saat itu. Besoknya nguber tempat colokan yang baru.  Tapi udah ketemu koq. HAPPY STRAIGHT HAIR ^___^


Cya Again Jakarta!!!  Nyari Kerja ya Dee_C ^^,



3.4.13

I got it..Master Degree!!

Hiyaaaaa.. guys.. lama tak menulis.. terakhir memposting 3 bulan lalu. Apa kabar semua? Hope you guys are doing good. I'm doing good as well. Banyak peristiwa penting a.k.a peristiwa bersejarah dalam hidup saya terjadi beberapa bulan terakhir. YaY. Iya, akhirnya lulus, diwisuda dan memperoleh gelar master. YaY. Tanggal 6 Februari 2013 saya akhirnya dinyatakan lulus, dan tanggal 16 Maret 2013, saya akhirnya diwisuda. Perjuangan mencapai ini semua tidak mudah. Berbagai tantangan dan rintangan yang menghadang sempat menyurutkan langkah, mematahkan semangat, mengaburkan jalan, namun tak mematikan asa yang terus menyala. 

The first of all, berterima kasih pada Tuhan. Walau kadang mempertanyakan Tuhan dan segala yang terjadi dalam hidup, namun saya masih percaya bahwa Dia masih memberikan saya kesempatan menikmati anugerah-anugerah kecil namun bermakna dalam hidup saya. The second but masih tetap penting, berterima kasih pada kedua orang tua yang terpisah ruang dan waktu. Memberikan kebangaan even mereka ga ada lagi di sisi saya merupakan hadiah terbesar yang bisa saya berikan bagi mereka. Especially buat mama, yang benar-benar tulus memperjuangkan dan mendorong saya meraih semua ini. "Kamu harus janji harus lanjut S2!!" Keinginan terakhirnya yang akhirnya juga bisa saya penuhi. "Banggakah kalian di sana?" Semoga kalian bangga!! Kemudian terima kasih juga buat semua orang yang ternyata masih tetap berdiri di samping saya ketika saya down dan butuh dukungan. Mereka, yang ga bisa saya sebutkan satu persatu, namun saya ingat satu persatu dalam ingatan saya. Terima kasih juga buat mereka yang tanpa sengaja atau disengaja ingin menjatuhkan saya dan membuat saya gagal. "Something doesn't kill me today, makes me stronger tomorrow!!". Semua mereka yang mewarnai kehidupan saya selama berjuang meraih pencapaian ini, terima kasih. 

I passed a step in my life and  facing the new other step. 



"Musuh terbesar adalah diri sendiri,
Kesuksesan teragung adalah mengalahkan diri sendiri."

23.1.13

Berbeda!!


Tadi kita bertemu..
Tiba-tiba..

Detak jantung ku berirama tak karuan..
Helaan napas ku seakan behenti sebentar..
Otak ku tak mampu berpikir sepersekian detik..
Kosong..
Hanya tatapan mata ini tertuju pada mu..
Dengan lidah kelu.. akhirnya ku sapa diri mu..

Lalu..

Tampaknya kau juga terkejut melihat ku..
Kaku..
Gelisah sikap mu menghadapi ku..
Dengan cepat kau beranjak pergi..

Seketika semua yang telah berlalu 
terulang kembali dalam memori ku..
Sesaat..
Dan kemudian hilang..

Akhirnya ku tersadar..

Semua ekspresi  saat melihat mu tadi..
Berbeda..
Berbeda saat pertama kali ku jatuh hati pada mu..
Semuanya hampa..
Tanpa rasa..
Cepat datang.. dan cepat juga hilang..

Tiba-tiba gerimis hujan turun membasahi tanah ini..
Menghapus semua lamunan sementara ku pagi ini..
Semua memori tentang mu..

Dan aku kembali dengan hidup ku..
Hidup ku tanpa mu..!!

15.1.13

Curhat!!

Cape? Iya. Lelah? Iya. Memang semua sungguh melelahkan. Beginilah jika sesuatu ditunda-tunda untuk dikerjakan. Nyesal? Iya, dikit. Tapi ya mo gimana lagi.. semua harus diselesaikan. Hadeh.. ingin rasanya punya satu hari besok untuk beristirahat. Ditambah lagi sedang tak punya orang untuk berbagi cerita. Hadeh..!!  Ah beginilah bersakit sakit dahulu. Bayangin hari besok bisa bersenang-senang. AMIN Sekian curhatnya ya... kembali ke kerjaan. Selamat Pagi semua :)

1.1.13

I say Happy New Year

Selamat  Tahun  Baru 2013
Semoga harapan-harapan baru 
akan tercapai di 2013


..Cerita ku di akhir 2012..


**

"Aku boleh bercerita?" 
"Boleh, ceritalah! Aku mungkin tak bisa mendengarkan mu setiap hari, tapi saat aku bisa mendengarkan mu, ceritalah!
"Aku hanya ingin menceritakan semuanya. Semua tentang kamu dan perasaan ku yang tak pernah terkatakan"
"Ceritalah!"

"Pernahkah kau tahu kalau kau punya cerita sendiri di hidup ku?"
"Aku tak pernah tahu. Kenapa tak kau katakan?"
"Aku takut!"
"Takut apa?"
"Takut rasa ini semakin dalam."
"Lalu kenapa jika rasa itu semakin dalam?"
"Jika rasa ini semakin dalam, jika harapan ini semakin besar, dan jika ternyata kenyataannya tak sejalan, maka aku akan terluka."
"Aku tak ingin melukai mu! Tapi, aku tak bisa. Aku benar-benar tak bisa."
"Aku tak pernah ingin memaksa mu. Menyayangi mu dengan ketulusan berarti membiarkan mu bahagia, meski  bukan bersama ku. Aku tahu, aku mengerti dan aku sadar, aku hadir di antara kau dan dirinya. Aku hadir dalam sebuah ruang kosong akibat kebosanan dan kejenuhan lamanya membina hubungan tanpa kepastian. Aku hadir di saat kau letih menunggu, jenuh berpikir dan lelah menghadapi semua keegoisan memadu kasih. Dalam rentang waktu ini, tak ada yang salah di antara kita berdua. Kita hanya dipertemukan dalam momen yang tidak tepat. Entah kebetulan atau takdir, kesempatanlah yang mengijinkan kita memulai cerita ini."
"Kamu menyesalinya?"
"Tidak. Tidak sedikit pun. Ingatkah kau kata-kata ini, A woman needs a good guy who help her to laugh even when she thinks she'll never smile again? Tulisan yang ku kutip dari sebuah socmed dan ku kirimkan melalui sms kepada mu, dan kau terus bertanya apa artinya. Artinya, seorang wanita membutuhkan seorang lelaki  baik yang membantunya tertawa di saat dia berpikir dia tak akan pernah tersenyum lagi. Aku boleh jujur?"
"Jujurlah!"
"Bagi ku, kau mampu menjadi lelaki baik itu. Kau memberi ku tawa di saat aku berpikir aku tak bisa tersenyum lagi. Ingatkah kau kita sering tertawa bersama? Menceritakan hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, kemudian mencemooh satu sama lain, dan menertawai cemoohan-cemoohan itu. Perut Karung, Udin, Unyil, muka bantal, ayu ting-ting, buyan. bengak, lolo, autis dan sapaan-sapaan aneh lainnya yang mewarnai percakapan-percakapan tengah malam kita. Ingatkah kau tembok berlin yang di china? ingatkah kau bulan oktober itu bulan 8? ingatkah kau tidak boleh lupa menyebutkan nasi jika ku tanya kamu makan apa tadi? ingatkah kau menjawab "nanya" jika ku tanya "siapa" untuk setiap pernyataan mu? Aku masih ingat jika kau bertanya "udah lama?" iya, udah lama gila!! Aku masih ingat juga saat kau mencemooh wajah ku yang hancur. Banyak cerita yang bisa kita ceritakan. Mulai dari masa kecil kita, kebiasaan-kebiasaan kita, nonton film, main game, dan masih banyak hal lain yang bisa diceritakan. Kita bisa bercerita sampai 2 atau 3 jam kan?
“Kenapa kamu masih mengingat semua detil percakapan kita?”
“Aku tak berusaha menghafal semua itu, tapi aku juga tak bisa melupakannya”
“Kenapa? Kita hanya dua orang asing yang belum pernah bertemu.”
“Entahlah. Aku juga tak mengerti. Padahal kita jarang bercerita. Jika rindu bercerita dengan mu, aku harus menahan rasa rindu itu selama 2 minggu. Tapi mungkin itulah yang membuat ku menikmati saat-saat merindukan mu.”
“Kau pernah merindukan ku?”
“Bukankah pernah ku katakan, aku merindukan mu?”
“Ku pikir hanya gombalan semata. Bukankah kau pandai menggombal?”
“Aku bukan seseorang yang pandai menggombal. Aku tak mengerti bagaimana harus jujur mengatakan perasaan ini pada mu. Terkadang juga aku merasa malu mengungkapkan perasaan ku pada seorang lelaki milik orang lain. Jadi saat rasa ini tak tertahankan.. ku katakan lewat candaan dan gombalan ku. Aku tak berharap kamu akan mengerti perasaan ini, cukup mengungkapkannya mampu membuat ku bernapas lega.”
“Bukannya kamu tak tahu malu?”
“Iyaaaaaaaaaaaaa... aku tak tahu malu.. tapi aku tahu diri!!”
“Hahahahahhahaha.”
“Ih.. jahatttttttttttttttttt”
“Aku gak pernah bilang aku lelaki yang baik.”
“Aku juga ga bilang kamu baik. Kamu sering ga peduli kalau aku marah..kamu sering menghina aku.. kamu sering mencemooh ku..”
“Itu kan bercanda... tapi kenapa kamu tetap mau bercerita dan tertawa bersama ku?”
“Karena kau saat ini yang sanggup membuat ku tertawa lepas, meskipun beban di pundak terasa berat. Ada satu hal yang belum  pernah ku katakan pada mu.”
“Apa?”
“Saat mengenal mu.. bercerita.. tertawa.. dan bersama mu.. serasa memiliki lagi lelaki itu. Lelaki terbaik yang pernah ada  dalam hidupku.”
“Ooo.. jadi karena aku mirip mantan mu? Makanya kau nyaman bersama ku?”
“Lelaki itu kupanggil Papa!  Saat aku menemukan mu.. saat itu pula kutemukan sosok dia yang kupanggil Papa. Emosian...egois..gak sabaran...ga peduli sama omongan orang.. ga mau kalah.. dan satu yang paling identik...”
“Apa?”
“Saat kau bilang.. kalau sakit, malas ke dokter.. saat itu pula bayangan papa dengan jelas terlintas di benak ku.”
“Koq  kayaknya sifat-sifat negatif semua?”
“Merasa nyaman dengan semua kekurangan mu, saat ini menyenangkan bagi ku. Klise bukan? Tapi itulah yang sedang ku rasakan.”
“Saat ini mungkin begitu, bersabarlah hingga kau merasa bosan dengan semua sifat ku itu.”
“Hanya ada dua kemungkinan saat ini... aku akan merasa bosan dengan semua sifat itu, ataukah aku akan semakin dalam menikmati semua sifat mu itu.”
“Kamu akan menjadi yang mana?”
“Sepertinya saat ini mengarah ke kecenderungan yang kedua.”
“Yakin?”
“Aku yakin..bahkan semakin yakin jika keadaan terus begini.. aku akan terluka lagi.”
“Maafkan aku.. sedikitpun tak ingin melukai mu..”
“Kau memang tak ingin... tapi kau sedang melukai ku di luar kesadaran mu..”
“Jadi aku harus apa?”
“Tak perlu berbuat apa-apa...cukup biarkan aku menikmati perih ini. Sebenarnya aku takut terluka lagi.. tapi aku tak kuasa melepaskan semua tentang kamu.. apakah aku punya kesempatan memiliki mu?”
“Entahlah... hanya waktu yang akan menjawabnya... kita tak pernah tahu hari esok seperti apa bukan?”
“Iya...kita tak pernah tahu...butuh kesabaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi dengan hari esok..”
“Bersabarlah!!”
“Tertawalah bersama ku!”
“Ok. Ada tebak-tebakan.. jawab ya.. sebutkan 10 buah yang diawali huruf n!!”
“Nangka..nenas..nangka busuk..nenas busuk..mmmmmmmmmmm....”
“Baru 4..harus 10!!”
“Ga tau lagi...jawablah!!”
“Beneran gak tau? Jawabannya.. nenas, nangka, nunian, napel, neruk, nangga, nanggis, nelon, nemangka,nanggur.”
“Koq?”
“Coba suruh orang berbibir sumbing sebutkan semua nama buah.”
“Ahhhhhhhhhh... hahahahhaa iya juga sih..apalagi?”
“Kenapa anak anjing sama anak kucing gak bisa akur?”
“Ya karena mereka musuh bebuyutan..”
“Salah!!”
“Lalu??”
“Jawablah dulu..masa gitu aja menyerah..”
“Jawablah... ku mohon!!”
“Kenapa anak anjing sama anak kucing gak bisa akur? Ya, namanya juga anak-anak.”
“hahahhahhahha... buyan!!”
“hahahahha... giliran kamu lah..”
“Apa yang mengakibatkan Jakarta kebanjiran?”
“mmmmmmmmmmmmm.... PR ya... besok baru ku jawab...!!”
“Gak bisa!! Tadi aku dituntut harus dijawab sekarang..kenapa kamu bisa jadiin PR?”
“Aku gak nyuruh kamu harus jawab sekarang..!! Siapa suruh gak minta waktu berpikir?”
“Ah gak adil!”
“Ya terserah!! Besok baru ku jawab!!”
“Ah gak bisa!!”
“Tidurlah!!”
**





**
“Semuanya telah berakhir!”
“Maksud mu?”
“Ya begitulah. Lelah rasanya disakiti terus.”
“Kenapa?”
“mmmmmmmmm....”
“Ya sudah...tak usah diceritakan...aku tak akan memaksa mu menceritakannya.”
“Biarkanlah...ingin mengurusi dulu semua hidup ku..nantilah hal itu kupikir kemudian.”
“Jangan sedih ya!! Jangan menangis!!”
“Aku gak menangis. Kan ada kamu.”
“Aku jauh..tak selalu bisa menghibur atau berada di sisi mu.”
“Jarak tak menjadi masalah!”
“Ah...jangan PHP-in aku.”
“Apa PHP?”
“Pemberi Harapan Palsu!!”
“Hahahahha...tak ada yang tahu hari esok bukan?”
“Iya. Lalu? Bagaimana keadaannya?”
“Entahlah.”
“Kau tak menyesal? Kau tak sedih?”
“Kenapa kita harus membicarakan dirinya? Aku berusaha melupakan dia...kenapa kau ungkit lagi semua tentang dia?”
“Maafkan aku! Aku hanya bertanya. Sebenarnya aku tak yakin semudah itu kau akan melupakannya. 4 Tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak kesempatan kalian habiskan dan nikmati bersama bukan? Kemarin juga kau bilang sudah berakhir. Tapi kenyataannya kau kembali kan? Tak semudah itu meninggalkan semua kenangan bersama. Aku tak yakin kau akan dengan mudah melepaskannya. Aku bahkan lebih yakin, tak lama lagi kalian akan kembali bersama. Kau tak akan bisa menggantikan kebersamaan 4 tahun, dengan percakapan suara 1 tahun. Tak akan mungkin! Tapi aku tak akan menyalahkan mu. Jika aku di tempat mu, aku juga tak akan mungkin dengan mudah melupakan semuanya.
“Bisakah kita tak usah membicarakannya? Jika kau ingin terus membicarakannya.. aku lebih ingin tidur saja!”
“Baiklah.. maafkan aku. Mari kita mengganti topik. Apakah malam ini kita bisa tertawa?”
“Aku sedang tak bisa tertawa!”
“Ayolah..aku akan membuat mu tertawa.”
“Baiklah! Aku punya tebakan. Hewan apa yang paling haram?”
“Menurut ajaran Islam, babi adalah hewan paling haram bukan?”
“Babi itu haram. Jadi yang paling haram itu apa?”
“Paling Babi?”
“Hahahahhahahahah.”
“Benar kah?”
“Bukan! Ayo apa..jawablah!”
“Aku tak tahu..”
“Babi itu haram. Tapi hewan yang paling haram adalah anak babi yang lahir di luar nikah!”
“Haaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaa...apakah kau tertawa juga? ”
“Iya aku tertawa..”
“Terima kasih sudah tertawa bersama ku! Jangan bersedih ya! Kadang saat kau bersedih..ingin rasanya memeluk mu.. tapi apa daya tangan tak sampai. Aku jauh dari sisi mu. Tak banyak hal juga yang dapat kulakukan. Aku hanya bisa mendoakan mu dari jauh. Semoga doa-doa ku mampu menguatkan mu. Ketahuilah.. walau jauh.. ada seseorang yang dengan setia menyebut mu dalam doa-doanya. Mari kita tidur..”
“Iya.. Selamat Malam.”
“Selamat Malam.”

**

“Kenapa tak bisa tidur? Pasti karena banyak pikiran.”
“Ia banyak yang harus dipikirkan.”
“Masalah hati?”
“Bukan masalah hati, masalah banyak-banyak.”
“Butuh orang untuk mendengarkan?”
“Tak usah. Bersabar saja, biar waktu yang menjawab!”
“Ya sudah kalau tak mau menceritakannya. Tak akan ku paksa. Meskipun sebenarnya aku ingin berbagi semua cerita dengan mu. Aku tahu di pundak itu bebannya berat, ingin rasanya memikul bersama mu. Tapi aku cukup tahu diri untuk tetap diam di saat seseorang tak mengijinkan ku memasuki kehidupannya terlalu dalam. Itulah kenapa aku tak pernah memaksa mu menceritakan sesuatu, jika ku rasa kau tak ingin menceritakannya.  Jadi, tertawakah kita?”
“Aku sedang tak bisa tertawa.”
“Kenapa sekarang menjadi semakin sensitif?”
“Siapa?”
“Kamu.”
“Perasaan mu saja.”
“Ya sudah kalau itu perasaan ku saja. Maaf.”
“Ayo tidur.”
“Iya. Selamat Malam.”
**

“Kenapa kau tak membalas sms ku?”
“Aku balas semua koq.”
“Iya, setelah aku sms kedua kali bertanya kemana orangnya kan?”
“Ah perasaan ku, aku balas semua.”
“Tidak.. kau tak membalas pesan ku yang pertama.”
“Aku balas koq.”
“Ya sudah, aku tak ingin berdebat hanya karena sms.”

**

“Tak ada kabar sama sekali. Tak ada telpon, tak ada sms?”
“Penting ya?”
“Ya sudah kalau tak penting.”
“Aku Cuma bercanda. Kenapa jadi sensitif begini?”
“Kamu gak keliatan sedang bercanda.”
“Ya kalau kamu bisa melihat, kamu pasti melihat aku senyum sambil mengucapkannya.”
“Iya tapi aku tak bsia melihat.”
“Aku bercanda. Kalau gak penting, kenapa aku menjawab telpon kamu?”
“Sudahlah, memang gak penting juga kan? Gak akan ku telp atau sms lagi. Makasih untuk semuanya.”
“Aku bercanda.”
“Ya sudah, anggap aja ku jawab telp ini juga bercanda.”
“Aku minta maaf, jika kata ku itu menyinggung mu. Tak ada maksud apa-apa selain bercanda.”
“Ya sudah, aku mau mandi.”
“Maafkan aku.”
**

“Maafkan aku!”
“..........................................................”
“Aku minta maaf!”
“.........................................................”
“Mungkin kata ku kasar, maafkan aku. Ternyata aku baru sadar, aku tak kuasa menahan kesal ku. Mungkin selama ini semuanya bisa ku tahan. Amarah, kesal, sedih, jengkel dan semuanya yang kadang tidak kau pedulikan. Entah kenapa belakangan ini tak kuasa menahan semua rasa itu. Mungkin aku ingin menunjukkannya agar kau peduli pada ku. Aku ingin kau tahu, aku kesal, aku marah, aku jengkel, aku sedih jika diperlakukan seperti itu. Meskipun aku sadar betul, aku bukanlah siapa-siapa untuk mu. Aku hanya ingin kau tahu, aku bisa merasakan semua rasa itu dan aku bisa menahannya sampai batas tertentu. Kalau aku tak sanggup lagi menahannya, ku harap kau mengerti. Pernah ku tanyakan pada mu bukan? Kenapa aku sering marah, sering kesal, sering jengkel pada mu? Dan kau jawab, Cuma kau sendiri yang bisa menjawabnya. Kutemukan jawabannya, karena rasa ini pada mu semakin dalam!


**
“Apa kabar mu?”
“Aku baik-baik saja. Kamu?”
“Aku juga baik-baik saja.”
“Kamu sehat?”
“Iya sehat. Tapi agak sibuk sekarang. Kamu gak menelpon aku?”
“Aku takut. Tak ingin mengganggu mu. Lagipula, kamu marah bukan?”
“Kalau marah, aku tak akan menelpon mu.”
“Ku pikir kamu marah.”
“Tidak. Hanya saja aku sedang sibuk sekarang.”
“Kamu ngapain aja setiap hari?”
“Di rumah aja.”
“Ooo.... Mungkin hanya kata itu yang bisa ku katakan. Aku tahu, dan aku sangat mengerti, banyak hal yang menjadi beban mu saat ini. Tapi aku juga mengerti dan tak akan ku tanyakan, karena tampaknya tak ingin kau ceritakan semua beban itu. Dalam diam ku, aku mencoba tuk mengerti diri mu dan semua tentang mu. Tapi entahlah, apakah kau tahu bahwa aku di sini mencoba mengerti, atau kah kau berpikir lain tentang diam ku. Kenyataannya sekarang, kau semakin dingin terhadap ku.”

**

“Kau tak membalas pesan ku?”
“Aku sibuk, bahkan jarang sekali melihat hp.”
“Oooo... ku telpon juga susah sekali dihubungi.”
“Semalam aku pulang jam 10, ngantuk, capek dan langsung tidur.”
“Oooo... Aku rindu! Lama kita tak tertawa. Lama kita tak bercanda.”
“Aku sedang tak bisa bercanda dan tertawa.”
“Apakah kau bosan bercerita dengan ku?”
“Aku bosan? Gak koq.”
“Aku merasa sepertinya kau sudah bosan bercerita dengan ku. Kau baik-baik saja?”
“Iya. Hanya saja semakin sibuk. Kerja terus. Capek semua badan ku.”
“Aku ingin bercerita.”
“Aku sedang tak bisa bercerita dan tak punya cerita. Nanti telpon lagi ya. Aku mau nelpon dulu.”
“.......................................................................”

**

Saat ini, di kamar ini, dalam gelapnya malam dan sepinya hati, aku tersadar. Aku terjatuh semakin dalam. Terjatuh dan terjebak dalam rasa yang semakin hari semakin menyiksa. Dulu aku sanggup menikmati saat-saat merindukan mu, sekarang aku hanya sanggup menangisi saat-saat merindukan mu. Entah berapa tetesan air mata yang telah membasahi pipi ini karena merindukan mu. Aku terluka lagi! Terluka karena seorang lelaki asing yang tak pernah kutemui. Gila bukan? Iya gila, kata orang! Kata ku?  Tak bisa terkatakan, hanya bisa di rasakan.

Namun meskipun menyiksa, entah kenapa tak kuasa ku berlari dari mu.  Saat batin tersiksa, ingin rasanya menghapus semua tentang mu. Tapi, diantara seribu rasa tersiksa, ada seuntai perasaan kasih yang mampu membawa memori tentang mu kembali dan tenangkan hati ini. Ingin rasanya mencintai dan menyayangi mu setulus hati. Menemukan mu, membawa asa ku tentang lelaki tua yang telah pergi itu kembali lagi. Aku dulu tak begitu menyayangi lelaki tua itu, hingga akhirnya dia pergi dan aku merindukannya. Kini saat kutemukan dirimu, seolah-olah kutemukan lelaki tua itu lagi. Aku ingin mencintai dan menyayangi diri mu sebagaimana ingin kulakukan terhadap lelaki tua itu. Tapi aku mengerti mustahil bagi ku!! Meskipun kau bilang kita tak pernah tahu hari esok. Aku menyangsikannya.

Kita belum pernah bertemu.  Kita tak pernah tahu kehidupan masing-masing kita seperti apa. Meskipun banyak hal yang bisa kita ceritakan, tapi sepertinya ada banyak hal juga yang masih tak bisa kita ceritakan. Aku ingin menceritakan semuanya padamu, tapi entah kau mau berbagi semuanya dengan ku atau tidak. Tampaknya kau masih ragu! Tapi aku tak akan memaksakannya. Lalu, kita beda. Kadang ingin ku benci perbedaan ini. Kenapa yang beda tak mungkin bersama? Bukankah ada mereka yang mampu hidup bersama dengan perbedaan? Entah kau ingin ataukah tidak. Aku tak tahu.

Sekarang, banyak hal yang sedang tak ku mengerti. Satu yang ku mengerti dan ingin ku pahami, kau sedang berjuang. Berjuang menemukan hidup mu. Tak akan ku halangi. Sekali lagi, aku ingin mengerti dan memahami semua tentang mu. Bahkan sekalipun ini menyiksa, aku ingin terus mengerti dan memahami. Saat ini mungkin kau sedang tak mampu bercerita dan tertawa bersama ku, aku mengerti itu. Saat ini mungkin kau lebih membutuhkan seseorang yang dekat dengan mu untuk menghibur mu, aku paham itu.  Saat ini kau sedang sibuk dengan kerjaan mu, aku mengerti itu. Saat ini kau sedang tak bisa membalas semua pesan ku, aku paham itu. Saat ini kau sedang tak ingin menjawab telpon ku, aku mengerti itu. Saat ini kau tak ingin menjelaskan pada ku apa yang sedang kau kerjakan, aku paham itu. Saat ini kau sedang tak bisa memberi ku perhatian, aku mengerti itu. Saat ini kau sedang memperhatikan orang lain, aku mengerti itu. Dan sampai saat ini kau tetap tak bisa menyayangi ku, aku paham itu!!

Tak ingin ku melangkah pergi. Tapi, aku takut. Aku takut tak mampu lagi mengerti orang lain, karena semua daya ku hanya untuk mengerti dan pahami diri mu. Ijinkan aku menepi sebentar. Meninggalkan mu sebentar. Tapi, tetap mengerti dan pahami diri mu dalam diam ku. Berjuanglah kasih!! Hari esok milik mu!! Kesuksesan di tangan mu!! Jika akhirnya kau tersadar tak ada aku di sisi mu, tenanglah!! Aku pergi sebentar, memperjuangkan hidup ku dan memberikan sedikit ketenangan bagi batin yang tersiksa. Jika kau ingin aku kembali, temuilah aku dan tertawalah bersama ku. Jika kau tak ingin, aku akan tetap mengerti.  Meski raga ini tak bersama mu, ketahuilah, dalam setiap doa ku,kusebutkan namamu. Mengenal mu, tertawa, bercerita, bercanda dan terus mengerti serta memahami mu, telah mengajarkan ku bagaimana MENCINTAIMU DENGAN TULUS. Terima Kasih, yank!

You don’t kiss my lips, you kiss my soul.